China Larang PNS Pakai iPhone, Apple Rugi Ribuan Triliun Rupiah

2 min read

Jakarta, OCCBT — Raksasa teknologi asal Amerika Serikat (AS), Apple merugi hingga ribuan triliun Rupiah setelah pemerintah China melarang pegawai hingga pejabat untuk tidak memakai produk elektronik Apple dan gadget pabrikan AS lainnya.

China Larang PNS Pakai iPhone, Apple Rugi Ribuan Triliun Rupiah

Saham Apple turun 2,9 persen pada Kamis, buntut dari laporan tersebut. Walhasil, para investor juga khawatir akan kemampuan perusahaan ini untuk berbisnis di negara dengan perekonomian terbesar kedua dunia itu.

Apple mencatat ini merupakan penurunan harian terbesar dalam sebulan. Perusahaan kehilangan sekitar US$200 miliar atau senilai Rp3.067 triliun dalam dua hari, dan sahamnya saat ini menjadi yang terburuk di Dow Jones Industrial Average, mengutip CNN, Jumat (8/9).

Larangan penggunaan perangkat Apple ini boleh jadi sebagai pertanda buruk bagi Apple. Apalagi, China merupakan pasar luar negeri terbesar, bahkan penjualan di China mewakili sekitar seperlima dari total pendapatan Apple tahun lalu.

Apple tidak merinci penjualan iPhone di setiap negara. Namun, analis di perusahaan riset TechInsight memperkirakan bahwa ada lebih banyak penjualan iPhone di China di bandingkan dengan AS pada kuartal kemarin.

Di samping itu Apple juga memproduksi sebagian besar perangkat iPhone di sejumlah pabrik di China. Kini belum di ketahui bagaimana nasib produksi perangkat Apple ke depan.

Selain itu, Bloomberg melaporkan larangan tersebut telah di perluas ke perusahaan-perusahaan yang di dukung oleh pemerintah, termasuk perusahaan energi raksasa PetroChina, yang mempekerjakan jutaan pekerja dan menguasai sebagian besar perekonomian Tiongkok.

Para analis di Bank of America menilai bahwa potensi pelarangan iPhone muncul setelah smartphone flagship kelas atas yang baru di rilis oleh produsen China, Huawei.

Huawei belum lama merilis smartphone 5G yaitu Huawei Mate 60 Pro. Gawai ini di tenagai chip Kirin 9000s baru yang di buat di Tiongkok oleh Semiconductor Manufacturing International Corp (SMIC) yang sebagian di miliki oleh pemerintah.

Di kutip dari The Guardian, prosesor chip ini menggunakan teknologi 7nm tercanggih dari SMIC. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah CHina membuat beberapa kemajuan dalam membangun ekosistem chip domestik.

Sejak 2019, AS telah membatasi akses Huawei ke alat pembuatan chip yang penting untuk memproduksi model handset paling canggih.

Meskipun menjadi produsen peralatan jaringan 5G, Huawei sebelumnya hanya dapat meluncurkan sejumlah ponsel 5G yang sebenarnya secara terbatas menggunakan chip yang di benamkan.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours