Keluhan Warga Usai Tarif LRT Jabodebek Sudah Di Tentukan

2 min read

Keluhan Warga Usai Tarif LRT Jabodebek Sudah Di Tentukan

Berita Terkini : Keluhan Warga Usai Tarif LRT Jabodebek Sudah Di Tentukan Jakarta – Tarif promo Lintas Raya Terpadu (LRT) Jabodebek yaitu Rp 5 ribu untuk semua rute atau flat sudah berakhir dan kini berlaku tarif LRT minimal Rp 3 ribu sampai maksimal Rp 20 ribu. Pengguna LRT pun menyampaikan keluhan beragam soal tarif ini.
Diketahui, tarif baru itu berlaku mulai 1 Oktober 2023 hingga akhir bulan Februari 2024. Setelahnya sesuai Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor KM 67 Tahun 2023 tentang Tarif Angkutan Orang dengan Kereta Api Ringan Terintegrasi di Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi untuk Melaksanakan Kewajiban Pelayanan Publik disebutkan harga tiket LRT Jabodebek mulai dari Rp 5.000 untuk 1 km pertama, dan mengalami penambahan sebesar Rp 700 per km selanjutnya.

Salah satu warga bernama Debi (29), mengatakan tarif tersebut terbilang mahal. Dia pun membandingkan tarif itu dengan KRL.

“Mahal kalau kayak gitu, saya kira kayak KRL,” ucap Debi di Stasiun Dukuh Atas, Minggu (1/10/2023).

“Tapi kalau maksimal Rp 20.000 perjalanan berarti pulang pergi Rp 40.000 dong,” imbuh Debi bertanya-tanya.

Warga lainnya, Milda (45), mengatakan tarif LRT Jabodebek yang diberlakukan hari ini terbilang mahal. Menurutnya, tarif standar LRT maksimal Rp 10.000.

“Mahal ya. Standarnya harusnya 10.000 lah,” ucap Milda.

Milda menilai tarif minimal Rp 3.000 sudah bagus. Namun, kata Milda, lebih bagus tarif maksimal Rp 10.000. Sebab, bila dibandingkan dengan mengendarai motor, uang senilai Rp 20.000 sudah bisa digunakan untuk pulang pergi.

“Rp 3.000 lebih bagus tapi lebih bagus lagi Rp 3.000 sampai Rp 10.000 karena kalau Rp 20.000 orang-orang kan itung-itungannya bawa motor misalnya kerja Rp 20.000 bisa bolak balik langsung sampai lokasi kalau LRT Rp 20.000 itu masih jalan, bolak-balik Rp 40.000 belok akses ke rumah juga pasti ada ongkosnya juga,” ucapnya.

Senada warga lainnya, Dodi (45), mengatakan tarif LRT diperuntukkan kaum menengah ke atas. Menurutnya tarif minimal Rp 3.000 tak berpengaruh untuk yang berjarak jauh.

“Kalau harga segitu (maksimal Rp 3.000) untuk menengah ke atas yang naik ini. Minimal Rp 3.000 ya nggak ngaruh mau diturunin minimalnya jadi Rp 3.000 kecuali rumahnya deket kalau jauh gimana?” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui tarif KRL sebagaimana dikutip dari situs commuterline.id, tarif perjalanan KRL saat ini belum berubah dan masih sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 354 tahun 2020, yaitu sebesar Rp 3.000 untuk 25 km pertama dan untuk rute lanjutan akan ditambahkan Rp 1.000 untuk perjalan setiap 10 kilometer.

Join Berita Okewla

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours