TPN Ganjar: Vonis MKMK Afirmasi Pelanggaran Berat Hakim MK dalam Putuskan Gugatan Batasan Umur Cawapres

3 min read

TPN Ganjar: Vonis MKMK Afirmasi Pelanggaran Berat Hakim MK dalam Putuskan Gugatan Batasan Umur Cawapres

TPN Ganjar: Vonis MKMK Afirmasi Pelanggaran Berat Hakim MK dalam Putuskan Gugatan Batasan Umur Cawapres JAKARTA,- Ketua Regu Pemenangan Nasional( TPN) Ganjar Pranowo- Mahfud MD, Arsjad Rasjid memperhitungkan vonis Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi( MKMK) terus menjadi menegaskan kalau Pimpinan MK Anwar Usman serta Hakim Konstitusi yang lain melanggar etik dalam memutuskan masalah no 90/ PUU- XXI/ 2023 tentang uji modul batasan umur calon presiden serta calon wakil presiden( capres- cawapres).” Vonis MKMK mengafirmasi pelanggaran berat yang dicoba para hakim MK dalam memutuskan masalah batasan umur cawapres,” kata Arsjad dalam konferensi pers di Media Center TPN Ganjar– Mahfud, Jalur Cemara 19, Jakarta, Selasa( 7/ 11/ 2023) malam. Grupnya mengapresiasi vonis MKMK yang sudah melaporkan Anwar Usman bersalah serta melanggar etika profesi, melanggar asas konflik kepentingan, serta menjadikan MK selaku mahkamah yang mengakomodir kepentingan keluarga. Arsjad amat menyayangkan aksi yang teruji dicoba oleh Anwar tersebut. Baginya, aksi semacam itu tidak dapat dibenarkan.

” Alhamdulillah wasyukurillah, MKMK memulihkan kembali martabat MK selaku penjaga konstitusi,” ucap Arsjad. Walaupun begitu, TPN berharap supaya MKMK memutuskan Anwar Usman bukan cuma diberhentikan selaku Pimpinan MK, namun diberhentikan pula selaku hakim konstitusi. Hendak namun, Arsjad bersyukur kalau Anwar dalam perannya selaku hakim konstitusi tidak diperbolehkan lagi mengecek masalah pemilu, pilpres ataupun pilkada sepanjang terdapat kemampuan konflik kepentingan.” Kami pasti berharap supaya MKMK melaksanakan ijtihad, membuka kesempatan buat membuka ataupun mengganti vonis No 90, tetapi MKMK melaporkan tidak hendak memikirkan kesempatan pergantian vonis MK No 90,” ucap Arsjad.

Lebih dahulu, MKMK memutuskan kalau Anwar Usman diberhentikan dari jabatan selaku Pimpinan MK. Anwar teruji melaksanakan pelanggaran berat terhadap kode etik atas uji modul masalah no 90/ PUU- XXI/ 2023 tentang uji modul batasan umur capres- cawapres. Vonis ini diketuk oleh MKMK dalam persidangan pembacaan vonis etik, Selasa.” Menjatuhkan sanksi pemberhentian dari jabatan pimpinan mahkamah konstitusi kepada hakim terlapor,” kata Pimpinan MKMK Jimly Asshiddiqie, dalam persidangan yang diselenggarakan di Gedung MK, Jakarta Pusat.

MKMK melaporkan kalau Anwar Usman teruji melaksanakan pelanggaran berat terhadap kode etik serta sikap hakim konstitusi sebagaimana tertuang dalam Sapta Karsa Hutama prinsip ketakberpihakan, prinsip integritas, prinsip kecakapan serta kesetaraan, prinsip independensi, serta prinsip kepantasan serta kesopanan. Dalam putusannya, MKMK pula memerintahkan Wakil Pimpinan MK mengetuai penyelenggaraan pemilihan pimpinan MK yang baru dalam waktu 2×24 jam. Buntut pelanggaran ini, Anwar Usman tidak berhak buat mencalonkan diri ataupun dicalonkan selaku pimpinan MK hingga masa jabatannya selaku hakim konstitusi berakhir.“ Hakim terlapor tidak diperkenankan ikut serta ataupun mengaitkan diri dalam pengecekan serta pengambilan keputusan dalam masalah perselisihan hasil pemilihan presiden serta wakil presiden, pemilihan anggota DPR, DPD, serta DPRD, dan pemilihan gubernur bupati serta wali kota yang mempunyai kemampuan munculnya benturan kepentingan,” kata Pimpinan MKMK, Jimly Asshiddiqie.

Miliki pembaharuan kabar opsi serta breaking news tiap hari dari Kompas. com. Ayo bergabung di Tim Telegram” Kompas. com News Pembaharuan”, triknya klik link https:// t. me/ kompascomupdate, setelah itu join. Kamu wajib install aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours