Alasan Mahasiswa Sebar Hoaks Pelecehan Seksual Anggota BEM UNY

3 min read

Alasan Mahasiswa Sebar Hoaks Pelecehan Seksual Anggota BEM UNY

Alibi Mahasiswa Sebar Hoaks Pelecehan Intim Anggota BEM UNY Yogyakarta,– Kepolisian Wilayah Istimewa Yogyakarta( DIY) menyebut RAN( 19), mahasiswa pelakon penyebaran hoaks nekat menyebarkan kabar bohong soal permasalahan pelecehan intim oleh anggota Tubuh Eksekutif Mahasiswa( BEM) Universitas Negara Yogyakarta( UNY) sebab sakit hati. Dirreskrimsus Polda DIY Kombes Pol Idham Mahdi menguak RAN merasa sakit hati sebab ditolak dikala mendaftar selaku anggota BEM UNY. Sedangkan korbannya, mahasiswa FMIPA UNY berinsial MF( 21) diterima.

 

” MF diterima selaku anggota BEM. Dilanjut pada dikala RAN jadi panitia festival politik FMIPA, ia ditegur oleh MF melalui japri WA, sehingga RAN merasa sakit hati,” kata Idham di Mapolda DIY, Sleman, Selasa( 14/ 11). Dari sana, RAN mengarang cerita tentang seseorang mahasiswa baru yang jadi korban pelecehan intim oleh seseorang anggota BEM FMIPA UNY. Dia mengunggahnya ke akun X( Twitter)@UNYmfs mengenakan akun palsu@AkunSambatUeu.

 

Kata Idham, RAN memanglah tidak menyebut bukti diri pelakon, tetapi ia menyematkan no induk mahasiswa MF di salah satu kolom pendapat. Sehabis unggahan ini viral, lanjut Idham, polisi turun tangan mencari wujud korban pada 10- 11 November 2023. Hendak namun, wujud korban tidak kunjung ditemui sampai MF membuat laporan polisi ke Polda DIY atas dugaan pencemaran nama baik, Pekan( 12/ 11) kemarin. Idham melanjutkan hasil penyelidikan serta permintaan penjelasan terhadap beberapa saksi memusatkan polisi ke wujud RAN sebagai owner akun palsu@AkunSambatUeu.

 

Polisi juga kesimpulannya mengamankan RAN. Dari hasil pengecekan benda fakta hp kepunyaan pelakon, polisi menciptakan@AkunSambatUeu serta email yang tertaut pada akun X tersebut. ” Email yang tertaut dengan akun X@AkunSambatUeu dengan draft tulisan pada akun WhatsApp kepunyaan terlapor yang diunggah pada akun@UNYmfs. Jadi, ditemui draft tulisan narasi kekerasan intim di WhatsApp RAN saat sebelum terdapatnya artikel di akun X@UNYmfs,” papar Idham. ” Yang bersangkutan( RAN), bersumber pada keterangannya sudah mengakui perbuatannya kalau yang bersangkutan merupakan yang memposting di akun X@UNYmfs,” sambung mantan Kapolresta Yogyakarta itu.

 

Dari permasalahan ini, benda fakta yang sukses diamankan polisi antara lain satu unit hp kepunyaan RAN, dan suatu akun X@AkunSambatUeu. Polisi sudah formal menetapkan RAN selaku terdakwa penyebaran kabar bohong serta pencemaran nama baik. Dia dikenakan Pasal 45A ayat( 1) jo Pasal 28 ayat( 1) serta/ ataupun Pasal 45 ayat( 3) jo Pasal 27 ayat( 3) UU Nomor. 19/ 2016 tentang pergantian atas UU Nomor. 11/ 2008 tentang ITE, serta/ ataupun Pasal 14 ayat( 1) serta/ ataupun ayat( 2) UU Nomor. 1/ 1946. ” Ancaman hukumannya pidana penjara optimal 10 tahun,” pungkas Idham.

 

Permasalahan ini sendiri bermula dari timbulnya suatu narasi berisi dugaan permasalahan kekerasan intim yang diucap dicoba oleh salah seseorang pengurus BEM UNY tersebar di media sosial X( Twitter). Akun@UNYmfs mengunggah cerita seseorang mahasiswa baru yang mengaku jadi korban pencabulan oleh kakak tingkatan yang dikenalnya melalui suatu kegiatan fakultas. Salah satunya berwujud tangkapan layar obrolan 2 orang via WhatsApp. Mahasiswa baru itu pula mengaku sepanjang ini tidak berani buka suara lantaran diancam, sampai berulang kali dilukai hingga buatnya bernazar mengakhiri hidup.

 

Ia tersebut tidak berani mengungkap bukti diri kakak tingkatnya, tetapi mencantumkan no induk mahasiswa yang setelah itu memusatkan netizen kepada wujud bernama samaran MF, anggota BEM FMIPA UNY angkatan 2023. Unggahan di@UNYmfs itu telah dihapus, hendak namun pernah diunggah ulang oleh pengguna akun X yang lain. MF sendiri membantah bermacam tudingan pelecehan intim terhadap adik angkatan yang menuju kepadanya. Ia mengaku tidak mengenali wujud pelapor serta mengklaim tidak mempunyai permasalahan dengan pihak mana juga. Mahasiswa semester V asli Sumatera Selatan itu juga menempuh jalan hukum demi memulihkan nama baiknya. Jajaran Polda DIY tidak lama berselang sukses menangkap RAN yang bersumber pada hasil penyidikan mengakui sudah mengunggah kabar bohong terpaut MF.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours