Cabuli Anak Tiri yang Masih Kelas 2 SD di Toraja, Seorang Ayah Disanksi Adat

2 min read

Cabuli Anak Tiri yang Masih Kelas 2 SD di Toraja, Seorang Ayah Disanksi Adat

Cabuli Anak Tiri yang Masih Kelas 2 SD di Toraja, Seorang Ayah Disanksi Adat TANA TORAJA – Pelaku pencabulan berinisial MY (41) warga Lembang Madandan, Kecamatan Rantetayo, Kabupeten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, disanksi adat tertinggi karena melakukan tindakan asusila mencabuli anak tirinya sendiri yang masih duduk di bangku kelas 2 Sekolah Dasar (SD).

 

Sanksi adat tersebut tak dihadiri oleh pelaku, karena tengah menjalani proses penyelidikan di Polres Tana Toraja dan diancam dengan pidana 15 tahun penjara akibat kasus pencabulan yang dilakukan MY terhadap anak tirinya. Kendati demikian, para tokoh adat tetap melanjutkan prosesi upacara adat melalui ritual ma’rambu langi’.

 

Ritual ma’rambu langi’ merupakan sanksi adat tertinggi di Toraja, dikenakan kepada para pelaku pelanggar adat yang dianggap melakukan perbuatan tak terpuji dan mencederai tatanan adat dan Budaya Toraja yang sudah turun temurun terjaga yakni sikasiri’, sehingga sanksi didosa dijatuhkan kepada MY.

“Pemberian sanksi adat ma’rambulangi’ atau yang dulunya disebut didosa, berdasarkan musyawarah dari semua tokoh adat,” ujar Ketua lembaga adat Madandan, Saba’ Sombolinggi, Selasa (14/11/2023).

 

Ppada ritual tersebut, mengorbankan seekor babi yang kepalanya bersama isi perutnya dibakar habis hingga menjadi abu. Setelah itu, abu dari sisa pembakaran tersebut dimasukkan ke dalam lubang dan ditimbun ke dalam tanah dekat rumah pelaku.

 

Diketahui sebelumnya pelaku MY ditangkap polisi pada Selasa 5 September 2023, setelah dilaporkan melakukan perkosaan terhadap anak tirinya sejak korban masih kelas 2 sekolah dasar.

 

Kasus tersebut baru terungkap setelah korban memberanikan diri mengadu ke keluarganya hingga pelaku dilaporkan ke polisi dan ditangkap dan saat ini masih sementara menjalani proses hukum dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours