Apa yang Dilakukan Pesepakbola Setelah Pensiun?

4 min read

Apa yang Dilakukan Pesepakbola Setelah Pensiun?

Manajemen, pakar, pembinaan, filantropi menjadi sederet bidang yang digeluti mantan pemain sepak bola profesional setelah gantung sepatu. Bagaimanapun, kenyataannya adalah bahwa pesepakbola hanya memiliki waktu singkat untuk bermain secara profesional di liga-liga terkenal. Pasalnya, sebagian besar atlet pensiun sekitar awal hingga pertengahan 30-an.

Tetapi pensiun dari dunia profesional tidak selalu berarti akhir dari keterlibatan mereka dalam sepak bola. Melansir Goal International, ada beberapa jenis karier yang diambil mantan pesepakbola setelah mereka pensiun.

 

Lantas apa yang dilakukan pesepakbola usai pensiun?

Ada beberapa jalan yang diambil para pesepakbola setelah mereka gantung sepatu dan berhenti mengolah si kulit bundar.Dua di antaranya adalah terjun ke bidang kepelatihan atau pakar sepakbola setelah pensiun, di mana beberapa pemain sudah mendapat lencana kepelatihan saat masih aktif bermain. Sedangkan pesepakbola yang menggeluti pembinaan dan manajemen mungkin beristirahat sejenak usai pensiun sebelum mengambil peran pembinaan di belakang layar di salah satu mantan klub mereka atau tim kecil untuk memulai karir pasca bermain. Setelah pensiun dari sepak bola profesional pada tahun 2017, mantan gelandang The Blues, Frank Lampard menjalani kualifikasi kepelatihannya dan ditunjuk sebagai manajer Derby County pada 2018. Kemudian di bergabung dengan klub lamanya, Chelsea sebagai manajer pada 2019 menggeser Maurizio Sarri.

 

Mantan kapten legendaris Liverpool, Steven Gerrard, juga pensiun dari LA Galaxy pada 2016 dan mengambil peran sebagai pelatih tim U-18 Liverpool sebelum dimulainya musim 2017-2018. Musim berikutnya, Gerrard pun ditunjuk sebagai pelatih kepala Rangers. Sebelum menangani Rangers, Gerrard juga berkontribusi sebagai pakar dan analisis untuk liputan sepak bola BT Sport. Selain itu, mantan pemain Inggris Phil Neville, Ryan Giggs dan John Terry juga mengambil pekerjaan kepelatihan di tim lama mereka dan di tempat lain.

 

Sementara itu, Jamie Carragher, memutuskan untuk mengambil jalur non-kepelatihan dan menjadi ahli segera setelah dia berhenti bermain pada tahun 2013. Sejak itu, Carragher menjadi salah satu pakar paling terkenal dalam sepak bola, memimpin liputan sepak bola Sky Sports bersama mantan rekan setim Inggris dan rival Manchester United, Gary Neville. Duo ini termasuk wajah paling dikenal dalam panditry sepak bola di mana liputan Monday Night Football mereka menjadi andalan televisi menggabungkan analisis ahli dengan kekayaan pengalaman mereka sebagai mantan profesional. Mantan profesional seperti Jamie Redknapp, Graeme Souness, Rio Ferdinand, Michael Owen dan Patrice Evra juga telah memberikan kontribusi pekerjaan sebagai pakar. Carragher menjelaskan bahwa keputusannya untuk menjadi pakar sepak bola daripada melatih dipengaruhi oleh mantan manajer Liverpool-nya Rafa Benitez dan Gerard Houllier.

 

“Jadi selama 12 tahun karir saya ada 2 manajer itu, 2 pengaruh terbesar pada saya, mencintai mereka, sangat menghormati mereka, tapi saya selalu mengatakan pria yang datang ke Liverpool, yang membuat saya sangat terkesan, bukanlah pria yang pergi, “kata Carragher kepada Daily Mail. “Pekerjaan itu telah membunuh mereka, telah menghancurkan mereka, mereka adalah orang yang berbeda, paranoid pada akhirnya, melakukan keputusan aneh. Hal-hal yang akan mereka sampaikan di media, Anda hanya duduk di rumah sambil berpikir ‘Ya Tuhan, tidak’.” “Saya pikir dunia manajer itu pahit, tetapi menjelang akhir ketika segalanya tidak berjalan baik, Anda hanya melihat kepahitan.” “Saya adalah pemain yang sangat intens, dan sepak bola dapat membawa Anda ke berbagai tempat, tetapi juga dapat membawa Anda ke tempat-tempat gelap.” Mantan pemain lain mungkin melakukan banyak pekerjaan setelah pensiun.

 

Beberapa pesepakbola mungkin memutuskan untuk melakukan gabungan antara kepelatihan dan keahlian, atau mengelola peran yang lebih kecil yang tidak selalu melibatkan mereka sebagai pelatih kepala. Pesepakbola lain mungkin juga berpartisipasi dalam kegiatan amal dan filantropi, mendirikan yayasan mereka sendiri dan memberikan kembali kepada yang membutuhkan. Beberapa mungkin juga beralih untuk mempertahankan usaha bisnis mereka. Seperti mantan pemain Manchester United, Neville bersaudara, Giggs, Paul Scholes, dan Nicky Butt membeli klub Liga Premier Utara, Salford City pada tahun 2014 dengan David Beckham juga disebut sebagai pemegang saham tim tersebut.

 

Sementara itu, Beckham juga mengambil alih kepemilikan klub MLS, Inter Miami.

 

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours