Sudah Di lupakan, Begini Nasib Mantan Atlet Setelah Pensiun, Ada yang Jadi Buruh Cuci Sampai Tukang Las

5 min read

Sudah Di lupakan, Begini Nasib Mantan Atlet Setelah Pensiun, Ada yang Jadi Buruh Cuci Sampai Tukang Las

Sudah Di lupakan, Begini Nasib Mantan Atlet Setelah Pensiun, Ada yang Jadi Buruh Cuci Sampai Tukang Las Olahragawan atau atlet nasional ialah pahlawan bangsa. Dengan semangat dan keteguhannya, mereka rela mengorbankan tenaga, materi, dan waktu demi bisa mengharumkan nama bangsa di kancah dunia olahraga internasional. Ketika seorang atlet berhasil menjuarai pertandingan, ia tak hanya mendapat sejumlah hadiah, tetapi juga banjir sorotan dan pujian dari khalayak.

Akan tetapi, profesi sebagai atlet memiliki batas usia yang pendek, umumnya berkaitan dengan stamina yang cenderung menurun seiring bertambahnya usia. Mirisnya, di Indonesia, setelah seorang atlet pensiun, tidak ada dana pensiun, jaminan hari tua, maupun fasilitas lain yang dapat menunjang kesejahteraan atlet di masa depan.

Dulu dipuja sekarang merana, deretan mantan atlet Indonesia berikut ini kesejahteraannya kurang diperhatikan oleh negara usai lama pensiun.

1. Kurnia Meiga

Kurnia Meiga dikenal sebagai mantan penjaga gawang di klub Arema dan tim nasional Indonesia yang aktif sejak tahun 2008. Namun, enam tahun sudah Kurnia Meiga mengalami papilledema, yakni pembengkakan saraf optik pada mata yang membuat penglihatan kirinya hilang, sementara mata kanannya bisa melihat sedikit.

Mau tak mau, Meiga harus pensiun dini dari sepak bola Indonesia pada 2017. Tak hanya itu, pria 33 tahun ini pun rela menjual semua medali yang pernah ia dapatkan dan atribut sepak bolanya demi biaya pengobatan matanya.

Mengutip CNN Indonesia, baru-baru ini Meiga mendapatkan bantuan dari PSSI di bawah naungan Erick Tohir. Ayah dari dua orang anak ini berharap kondisinya bisa pulih seperti sedia kala.

2. Amin Ikhsan

Amin Ikhsan, mantan atlet senam yang kini berusia 50 tahun memiliki kisah pilu. Lepas berhenti sebagai atlet senam, Amin divonis menderita gagal ginjal sehingga harus cuci darah seumur hidup dan menggunakan alat bantu pernapasan.

Kondisi ini membuat uang tabungannya terkuras untuk biaya kesehatan. Bak sudah jatuh tertimpa tangga, pada 2015 lalu, rumah dan lapak usahanya yang berada di lahan Kebonwaru, Kecamatan Kiaracondong, digusur oleh Pemkot Bandung.

Sejumlah prestasi aerobik yang pernah ditorehkan Amin Ikhsan di antaranya ia mewakili Indonesia dalam SEA Games XXIII/2005, Suzuki World Cup 2003 (peringkat ke-7 dari 24 negara), dan Asian Indoor Games Bangkok 2005 (peringkat ke-5 dari 15 negara).

3. Verawaty Fajrin

Verawaty Wiharjo, atau dikenal dengan Verawaty Fajrin, tercatat sebagai tunggal putri bulu tangkis Indonesia pertama yang mencetak juara dunia melalui Kejuaraan Dunia 1980. Semasa kariernya, Verawaty banyak mewakili Indonesia dalam ajang internasional, mulai dari All England 1976 dan 1979, Kejuaraan Dunia 1980 dan 1989, hingga Asian Games 1978 dan 1990.

Tak tanggung-tanggung, Verawaty pernah bermain di sektor tunggal putri, ganda putri, maupun ganda campuran pada satu rentang waktu yang sama. Pantas jika ia disebut sebagai salah satu atlet bulu tangkis terbaik milik Indonesia.

Dirangkum dari detiksport, Verawaty Fajrin telah berpulang di usia 64 tahun setelah berjuang melawan penyakit kanker paru-paru pada 21 November 2021. Kondisinya sempat viral kala itu. Ia sempat tak mendapatkan kamar di RS Dharmais, sebelum akhirnya mendapat tempat tidur dan bantuan untuk perawatan dari Presiden Joko Widodo.

4. Ellyas Pical

Ellyas Pical merupakan legenda petinju yang mengharumkan nama Indonesia di era 1980-an. Ia menjadi atlet Indonesia pertama yang berhasil merebut gelar dunia yaitu Super Flyweight IBF tahun 1985.

Usai gantung sarung pada 1989, nama Ellyas Pical seakan mulai dilupakan. Atlet asal Ullath, Maluku ini beberapa kali ditipu manajernya yang menilap honornya sampai ratusan juta. Pernah bekerja sebagai satpam sebuah kelab malam, Ely malah tersandung kasus transaksi narkoba pada 2005.

Selepas itu, ia bekerja sebagai petugas kebersihan di KONI Pusat. Kini, kehidupan Ellyas Pical jauh lebih sejahtera dan bahagia bersama keluarganya.

5. Denny Thios

Era 1990-an menjadi masa kejayaan dari atlet angkat besi asal Makassar, Denny Thios. Denny pernah menyabet medali perunggu dalam Kejuaraan Dunia Belanda 1990 serta tiga medali emas dan satu perunggu dalam Internasional Powerlifting Federation World Championships sepanjang 1992–1994.

Usai pensiun, ia hidup pas-pasan sebagai tukang las besi di Makassar. Kabar terakhir menyebutkan bahwa Denny Thios telah wafat pada 29 Mei 2018 dalam usia 49 tahun.

6. Leni Haini

Leni Haini telah mempersembahkan medali emas bersama timnya lewat SEA Games 1997 dan 1999 serta The World Dragon Boat Racing Championship 1997 di Hongkong. Namun, rupanya semua prestasinya itu tidak menjamin kesejahteraan Leni Haeni setelah pensiun.

Mantan atlet dayung nasional asal Jambi ini sempat bekerja menjadi buruh cuci, sesekali melatih dayung, hingga kini mengelola bank sampah di komunitas peduli Danau Sipin. Pernah terlintas dalam benak ibu tiga anak ini untuk menjual medali-medali emasnya lantaran terhimpit ekonomi. Pasalnya, ia membutuhkan biaya berobat bagi putri bungsunya, Habibah, yang mengidap penyakit kulit Epidermolysis Bullosa.

7. Eddy Hartono

Eddy Hartono adalah legenda ganda putra bulu tangkis Indonesia yang berpasangan dengan Rudy Gunawan. Keduanya berhasil meraih medali perak Olimpiade 1992 di Barcelona dan menjadi juara All England 1992. Hariyanto Arbi, adik kandung Eddy Hartono yang juga mantan atlet tunggal putra bulu tangkis, menceritakan kabar terkini kakaknya itu dalam sebuah unggahan di Instagram 19 April 2023.

Eddy saat ini harus memakai tongkat di usia senja karena lututnya bermasalah. Akibat dari masa mudanya tenaga Eddy terus diforsir di lapangan, saat memasuki usia senja, tubuh Eddy jadi rentan cedera.

“Begitu juga tubuh atlet yang akrab dengan latihan dan cedera, ditambah dengan usia yang mulai menua tentu ada saja yang ‘ringsek’,” tulis Arbi dalam unggahan tersebut.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

 

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours