Kanak- kanak Dilarang Dilibatkan dalam Kampanye Pemilu 2024

2 min read

Kanak- kanak Dilarang Dilibatkan dalam Kampanye Pemilu 2024

Kanak- kanak Dilarang Dilibatkan dalam Kampanye Pemilu 2024 Jakarta,– UU Nomor. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu mengendalikan larangan untuk regu kampanye mengikutsertakan masyarakat negeri Indonesia( WNI) yang tidak mempunyai hak seleksi dalam aktivitas kampanye. Kualifikasi WNI yang mempunyai hak seleksi diatur dalam pasal 1 angka 34 UU Pemilu merupakan minimun berusia 17 tahun, telah kawin, ataupun telah sempat kawin. Dalam jenis ini anak umur 17 tahun ke dasar tidak boleh diikutsertakan dalam aktivitas kampanye politik sebab tidak penuhi persyaratan. Berikut bunyi Pasal 280 ayat( 2) huruf k yang mengatakan anak umur 17 tahun ke dasar tidak boleh turut dalam kampanye.

 

” Pelaksana serta/ ataupun regu kampanye dalam aktivitas Kampanye Pemilu dilarang mengikutsertakan: Masyarakat Negeri Indonesia yang tidak mempunyai hak memilah.” Apabila melanggar syarat tersebut, hingga pelaksana serta/ ataupun regu kampanye pemilu kandidat bisa dikenakan sanksi penjara satu tahun serta denda Rp12 juta. Perihal ini diatur dalam Pasal 493 UU Pemilu yang berbunyi selaku berikut. ” Tiap pelaksana serta/ ataupun regu Kampanye Pemilu yang melanggar larangan sebagaimana diartikan dalam Pasal 280 ayat( 2) dipidana dengan pidana kurungan sangat lama 1( satu) tahun serta denda sangat banyak Rp12. 000. 000, 00( 2 belas juta rupiah).”

 

Tidak cuma UU Pemilu yang mengendalikan soal larangan pelibatan kanak- kanak dalam aktivitas politik. UU No 23 Tahun 2002 tentang Proteksi Anak ikut mengendalikan kalau kanak- kanak tidak boleh disalahgunakan dalam aktivitas politik. Perihal itu diatur dalam UU Proteksi Anak pasal Pasal 15 huruf a yang berbunyi selaku berikut. ” Tiap Anak berhak buat mendapatkan proteksi dari: a. penyalahgunaan dalam aktivitas politik.” Proteksi anak dalam Pasal 15 UU Proteksi Anak tersebut meliputi aktivitas yang bertabiat langsung serta tidak langsung, dari aksi yang membahayakan anak secara raga serta psikis. Apabila melanggar syarat tersebut, hingga kandidat terancam pidana sangat lama 5 tahun serta/ ataupun denda sangat banyak Rp100 juta.

Sanksi ini tegas diatur dalam Pasal 87 UU No 23 Tahun 2002 tentang Proteksi Anak yang berbunyi selaku berikut.

 

” Tiap orang yang secara melawan hukum merekrut ataupun memperalat anak buat kepentingan militer sebagaimana diartikan dalam Pasal 63 ataupun penyalahgunaan dalam aktivitas politik ataupun pelibatan dalam sengketa bersenjata ataupun pelibatan dalam kerusuhan sosial ataupun pelibatan dalam peristiwa yang memiliki faktor kekerasan ataupun pelibatan dalam peperangan sebagaimana diartikan dalam Pasal 15 dipidana dengan pidana penjara sangat lama 5( 5) tahun serta/ ataupun denda sangat banyak Rp 100. 000. 000, 00( seratus juta rupiah).”

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours