Kubu Prabowo Sebut” Capres Gemoy” Bukan Settingan

2 min read

Kubu Prabowo Sebut” Capres Gemoy” Bukan Settingan JAKARTA- Tim Kampanye Nasional( TKN) Prabowo- Gibran membantah asumsi apabila label capres gemoy yang lekat pada calon presiden( capres) Prabowo Subianto ialah settingan. Bagi Pimpinan TKN Rosan Roeslani, ilham dini menimpa citra tersebut apalagi bukan timbul dari kubu internal Prabowo. Melainkan dari asumsi publik menimpa metode Prabowo menunjukkan diri.” Wajib diingat, gemoy ini, yang saat ini menarik atensi para anak muda itu berkembang secara organik, bukan kami yang buat,” cerah Rosan, dikutip dari Antara Pekan( 26/ 11/ 2023).

Kubu Prabowo Sebut" Capres Gemoy" Bukan Settingan

Rosan tidak membantah kalau bersamaan kemunculannya, kubunya juga menggunakan citra” Prabowo capres gemoy” buat menarik atensi pemilih muda.

 

Tetapi, ia menolak asumsi kalau citra tersebut ialah ujung tombak strategi pemenangan Prabowo- Gibran. Ia menarangkan kalau popularitas sebutan ini cenderung dimanfaatkan selaku sebatas pintu masuk. Sehingga, setelah itu timnya dapat memakai momentum buat menyosialisasikan program- program kerja yang ditawarkan paslon Prabowo- Gibran.” Buat mengenali lebih banyak program pak Prabowo serta mas Gibran yang telah tertuang di Asta Cita itu, nah pastinya kanak- kanak muda wajib kita tarik atensinya.”

 

Lebih dahulu, Pembina Perkumpulan buat Pemilu serta Demokrasi( Perludem) Titi Anggraini menegaskan pemilih muda buat tidak gampang termakan dengan gimmik pendamping calon presiden serta wakil presiden, tercantum soal penampilan gemoy yang coba ditonjolkan Prabowo. Bagi Titi dalam forum dialog” Ngobrol Etika Penyelenggara Pemilu Dengan Media” yang diselenggarakan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu( DKPP) di Jakarta Pusat, Jakarta, Jumat( 24/ 6), tipu energi capres- cawapres melalui penampilan itu umumnya dimanfaatkan buat menjauhi adu gagasan serta ketajaman program kerja.” Ini bukan pemilihan idola yang cuma dapat didekati dengan suara yang bagus, tarian yang bagus, ataupun personal appearance yang menarik,” kata Titi.

 

Ia menarangkan pemilih muda mempunyai kepribadian berbeda dari segmen pemilih yang lain, ialah lebih gampang teralihkan dengan tampilan raga ataupun gimmick yang ditawarkan partisipan Pilpres 2024. Titi menyangka perihal itu beresiko sebab ruang buat menguji gagasan serta program para pendamping calon kepada pemilih muda terus menjadi terkikis. Dikhawatirkan, lanjut Titi, para pemilih pendatang baru yang berangkat dari umur 17 tahun tersebut cuma jadi sebatas” ladang suara” yang wajib dimenangkan para paslon.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours