Polresta Denpasar Jelaskan Soal Viralnya Mahasiswa Asal Medan yang Diduga Dibunuh di Bali

2 min read

Polresta Denpasar Jelaskan Soal Viralnya Mahasiswa Asal Medan yang Diduga Dibunuh di Bali Denpasar – Pihak kepolisian Polresta Denpasar melaksanakan penyelidikan terpaut viralnya dugaan pembunuhan seseorang mahasiswa di Bali bernama Aldi Sahilatua Nababan( 23) yang tewas di kamar kosnya, di Jalur By Pass, Ngurah Rai, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Losa Lusiano Araujo berkata, penyidik Sat Reskrim Polresta Denpasar serta Polsek Kuta Selatan dikala ini tengah melaksanakan penyelidikan terpaut dengan terdapatnya temuan orang wafat bertempat di kamar kos- kosan no 10 Gang Kunci, tepatnya di depan Ex Tragia Keluran Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Badung.” Serta dikenal temuan mayat tersebut pada Sabtu bertepatan pada 18 November 2023 sekira pkl 08. 30 Waktu indonesia tengah(WITA),” kata Kompol Losa, Rabu( 22/ 11)

Polresta Denpasar Jelaskan Soal Viralnya Mahasiswa Asal Medan yang Diduga Dibunuh di Bali

Dia menerangkan, kalau korban seseorang laki- laki asal Medan yang dikenal masih berstatus mahasiswa di salah satu universitas swasta serta mayat korban awal kali di temukan oleh owner indekos bernama Nyoman Risup Artana( 43) yang curiga terhadap dekat kamar korban yang dipadati dengan lalat hijau serta saksi berupaya mengetuk pintu kamar kos korban namun tidak terdapat reaksi serta saksi pula memandang terdapat darah yang keluar dari dasar pintu kamar kos. Memandang perihal tersebut, saksi langsung melapor ke Polsek Kuta Selatan. Setelah itu, sehabis petugas kepolisian tiba serta kamar kos dibuka dengan dorongan tukang kunci sebab terkunci dari dalam. Dikala ditemui, korban dalam kondisi terlilit tali tampar ikat di dalam kamar kosnya. Korban bergantung di pintu kamar dengan kedua kaki nyentuh lantai, korban telah menghasilkan darah dari hidung serta kulit menghasilkan cairan.

 

Kompol Losa melaporkan, dikala ini permasalahan kematian korban sudah dicoba pengecekan autopsi oleh regu dokter dari Rumah Sakit Bhayangkara Medan terhadap jenazah, dan dicoba pengecekan bonus ialah pengecekan toksikologi serta patologi.“ Dikala ini kami masih berkoordinasi dengan regu dokter forensik Rumah Sakit Bhayangkara Medan menunggu hasil pengecekan autopsi,” imbuhnya.

 

Dia pula menerangkan, pada dikala penindakan dini pihak kepolisian, orang tua korban membuat pesan statment tidak membagikan persetujuan buat melaksanakan autopsi terhadap jenazah serta cuma mengizinkan dicoba aksi suntik formalin terhadap korban, dan pengiriman jenazah ke kampung taman yang dituangkan dalam pesan statment dari orang tua korban, pula orang tua korban siap menerima seluruh wujud konsekuensi yang hendak mencuat di setelah itu hari.” Serta dikala jenazah korban hingga di Medan, orang tua korban mencabut pesan statment penolakan autopsi jenazah korban, yang lebih dahulu terbuat serta orang tua korban memohon dicoba autopsi di Rumah sakit Bhayangkara Medan,” ucapnya.( awt/ far)

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours