Al-Qur’an Dibakar di Swedia-Denmark-Belanda, Ada apa ?

4 min read

Al- Quran Terbakar di Swedia- Denmark- Belanda, Ada apa? Jakarta, beritaokewla.com Indonesia- Pemberitaan pembakaran Al- Quran di Eropa jadi salah satu kabar terpopuler beritaokewla. com Indonesia sepanjang 2023. Ini paling tidak terjalin nyaris selama tahun dari Januari sampai Juli serta Agustus

Berikut rangkumannya:

Rasmus Paludan

Peristiwa dini dicoba Rasmus Paludan, pemimpin partai politik sayap kanan Denmark Garis Keras, 21 Januari. Dia membakar kitab suci umat Muslim itu dalam demonstrasi yang terjalin di Stockholm, Swedia.

Itu terjalin sebab keluhan terhadap Turki yang menolak Swedia bergabung dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara( NATO) kala itu. Swedia mau masuk NATO sebab ancaman yang bertambah bersamaan pecahnya perang Rusia- Ukraina.

Mengutip Reuters, kejadian pembakaran Al- Quran oleh Rasmus Paludan ini bukan yang awal kali, nyatanya Paludan, yang pula berkewarganegaraan Swedia itu pula sempat menggelar beberapa demonstrasi di masa kemudian di mana ia pula membakar Al- Quran. Peristiwa tersebut merangsang kemarahan banyak negeri tercantum antara lain merupakan Turki sendiri.

” Kami mengutuk sekeras bisa jadi serbuan keji terhadap Kitab Suci kami… Mengizinkan aksi anti- Islam ini, yang menargetkan umat Islam serta menghina nilai- nilai suci kami, dengan kedok kebebasan berekspresi yang seluruhnya tidak dapat diterima,” demikian statment formal Departemen Luar Negara Turki.

Departemen Turki juga menekan Swedia buat mengambil aksi yang dibutuhkan terhadap para pelakon. Tercantum mengundang seluruh negeri buat mengambil langkah nyata melawan Islamofobia.

Sebagian negeri Arab tercantum Arab Saudi, Yordania serta Kuwait mengancam pembakaran Al- Quran.” Arab Saudi menyerukan buat menyebarkan nilai- nilai diskusi, toleransi, serta hidup berdampingan, dan menolak kebencian serta ekstremisme,” kata Departemen Luar Negara Saudi dalam suatu statment.

Dikenal tidak hanya Swedia, Paludan pula melaksanakan aksi yang sama di Denmark. Latar balik perihal ini pula sama, sebab Turki membendung Swedia masuk NATO.

Salwan Momika

Tidak hanya Paludan, pembakaran Al- Quran pula dicoba laki- laki asal Swedia- Irak, Salwan Momika. Pada Juli, dia menginjak- injak Al- Quran di depan Kedutaan Irak di Stockholm.

Mengutip Times of Israel, laki- laki 37 tahun itu menginjak- injak serta menendang Al- Quran. Tetapi, dia meninggalkan aksi tanpa membakar kitab suci tersebut semacam yang dia jalani sebulan kemudian.

Aksi ini juga mengundang respon panas dari Irak. Pemerintah Baghdad juga sudah mengusir segala diplomat Swedia dari negeri itu akibat aksi Salwan yang diucap memperoleh izin dari otoritas Kepolisian Stockholm.

” Keputusan itu dipicu oleh izin kesekian kali dari pemerintah Swedia buat membakar Al- Quran, menghina kesucian Islam serta membakar bendera Irak,” ucap penjelasan tertulis Perdana Menteri Mohamed Shia al- Sudani.

Salwan bernama lengkap Salwan Sabah Matti Momika. Dia ialah pengungsi Irak yang bermigrasi ke Swedia dekat 5 tahun kemudian.

Laki- laki itu melarikan diri dari Irak ke Swedia sebagian tahun kemudian serta tinggal di kota Järna di Södertälje, Stockholm County. Salwan sampai saat ini masih masyarakat negeri Irak.

Pada Hari Raya Idul Adha 28 Juni, Salwan juga nyatanya memakai izin yang sudah disetujui lebih dahulu dari pejabat kota Stockholm buat membakar halaman- halaman Al- Quran di luar masjid pusat kota.

Aksi itu memunculkan beberapa respon dari negara- negara tercantum Amerika Serikat( AS), Yordania, Iran, serta Uni Emirat Arab( UEA). Mereka melaporkan rasa marah akibat serangkaian pembakaran Alquran yang terus bersinambung di negara itu.

Patriot Denmark

Pembakaran Al- Quran pula dicoba 2 masyarakat Denmark yang menamakan diri Danske Patrioter( Patriot Denmark) di Kopenhagen. Mereka tiba Al- Quran pada Juli, serta membakarnya di nampan kertas timah di samping bendera Irak yang tergeletak di tanah.

Ini dicoba pasca kelompok sayap kanan ultra- nasionalis Denmark mengadakan demonstrasi seragam pekan kemudian serta menyiarkan langsung kegiatan tersebut di Facebook. Pembakaran tidak cuma terjalin sekali, di mana perihal yang sama pula terjalin Agustus di depan Kedutaan Besar Republik Indonesia( Kedubes RI) di Kopenhagen.

Butuh dikenal, Danske Patrioter sendiri merupakan kelompok yang mengakomodir masyarakat Denmark anti- Islam. Mereka menentang masuknya Muslim ke negeri itu.

Ide- ide anti- Islam diusung lewat bermacam demonstrasi. Perilaku itu juga mereka tunjukkan di bermacam akun media sosial.

Pembakaran Al- Quran jadi salah satu wujud keluhan kelompok ini. Mereka sering melaksanakannya di depan beberapa kedutaan besar negeri Muslim, bukan Hanna RI tetapi pula Aljazair serta Maroko.

Kelompok Anti- Muslim Belanda

Peristiwa penistaan baru lain terjalin Agustus. Kali ini dicoba kelompok anti- Muslim Pegida( Patriotik Eropa Melawan Islamisasi Barat) di depan Kedutaan Besar Indonesia, Turki, serta Pakistan di Den Haag, Belanda.

Pemimpin Pegida di negeri tersebut, Edwin Wagensveld, merobek serta melemparkan halaman- halaman Al- Quran ke tanah. Ia pula memohon kopian Al- Quran yang sudah dirusak bulan kemudian serta ditaruh di Kedubes Turki.

 

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours