Arab Saudi Bangun ‘Ka’bah’ Baru, Ada Apa?

5 min read

Arab Saudi Bangun Kabah Baru, Terdapat Apa? Jakarta, Beritaokewla. com - Di tahun 2023 ini, Arab Saudi senantiasa jadi negeri yang memperoleh sorotan luas. Tidak cuma soal politik luar negara dari patron Timur Tengah itu, kebijakan dalam negerinya pula akhir- akhir ini hangat diperbincangkan.

Salah satu yang sangat disoroti merupakan Visi Saudi 2030 yang diteken Putra Mahkota Saudi, Mohammed Bin Salman( MBS). Ini ialah suatu proyek besar buat mendesak aktivitas ekonomi serta pariwisata di negeri itu, sehingga Riyadh dapat mempunyai pendapatan baru tidak hanya dari zona migas.

Sebagian proyek juga sudah dicanangkan semacam NEOM serta Angkatan darat(AD) Diriyah. Tetapi terdapat salah satu proyek yang pula menarik atensi publik ialah The Mukaab. Ini terdapat bangunan berupa kubus setinggi 400 m, lebar 400 m, serta panjang 400 m.

” Salah satu yang menarik dari pengembangan ini merupakan struktur Mukaab, yang ditafsirkan selaku tujuan imersif awal di dunia yang menawarkan pengalaman yang diciptakan oleh teknologi digital serta virtual dengan holografi terkini,” tulis Business Traveler.

” Wujud kubik Mukaab hendak termotivasi oleh style arsitektur Najdi modern, yang pula digunakan dalam pengembangan proyek giga Diriyah di Riyadh,” tambahnya mengutip proyek lain senilai US$63, 2 miliyar serta terpaut web Peninggalan Dunia UNESCO di Distrik At- Turaif di negeri itu.

Mukaab ini sendiri hendak mencakup suatu tower di atas landasan spiral. Suatu struktur yang menunjukkan luas lantai 2 juta m persegi pula hendak jadi tujuan perhotelan premium, tercantum atraksi ritel, budaya serta wisata.

Di dalamnya terdapat pula unit perumahan serta hotel, ruang komersial, serta tamasya. Dikutip di halaman yang sama, proyek ini diharapkan dapat menggaet turis mancanegara serta mendatangkan 180 miliyar Saudi Real ke PDB non minyak kerajaan tidak hanya menghasilkan 334. 000 pekerjaan langsung serta tidak langsung ke masyarakat.

Kabah Baru?

Walaupun terbilang besar, proyek ini banyak dicemooh oleh pengguna media sosial. Salah satunya sebab kemiripannya dengan bangunan suci umat Muslim Kabah. Kabah terletak di tengah Masjidil Haram di Mekkah, serta mengelilinginya sepanjang ibadah haji serta umrah.

” Membangun Kabah baru yang secara eksklusif diperuntukan buat kapitalisme agak sangat susah,” kata reporter Intercept Murtaza Hussain.

” Nyatanya( putra mahkota) lagi membangun Kabahnya. Apakah ia hendak menegakkannya selaku kiblat baru untuk para jamaah?” cuit akademisi Asad Abu Khalil.

Walaupun begitu terdapat pula yang menyamakannya dengan Borg Cube. Ini merupakan sejenis pesawat ruang angkasa dari franchise Star Trek.

” Selamat kepada industri konsultan yang tidak bermoral mana juga yang hendak meraup banyak duit tahun depan sebab melontarkan Saudi ke The Tesseract,” cuit jurnalis kontra yang lain, Gregg Carlstrom, mengacu pada struktur kubus yang timbul di Marvel Cinematic Universe.

Tidak senantiasa yang kubus itu Kabah

Bagi salah satu wartawan senior Saudi, Faisal J Abbas, wujud bangunan yang mirip Kabah bukan berarti bangunan itu membentuk replika tempat suci umat Islam itu. Dia apalagi mencontohkan bangunan Apple Store di New York, di mana wujud kubus tidak senantiasa diasosiasikan pada Kaabah.

” Pertama- tama, Islam tidak memonopoli beberapa barang berupa kubus. Tampaknya, aku lumayan percaya pencipta Star Trek tidak betul- betul memikirkan Mekkah kala mereka merancang Borg Cube, demikian pula penemu Hungaria Erno Rubik kala dia menghasilkan misteri 3- D terkenalnya,” papar jurnalis yang saat ini Editor senior di Arab News itu.

” Kedua, serta yang lebih berarti, buat berpikir kalau hasrat semacam itu merupakan inspirasi buat desain tengara ini sangat menggelikan.”

Proyek raksasa lainnya

Sepanjang ini, NEOM jadi proyek terbanyak dalam Visi Saudi 2030. Dirancang selaku kota pintar futuristik, yang hendak didukung oleh tenaga bersih serta tidak mempunyai mobil ataupun emisi karbon, NEOM mempunyai bermacam energi tarik di dalam wilayahnya.

Proyek giga senilai US$ 500 miliyar hendak diperlakukan selaku negeri di dalam negeri. Nantinya, NEOM hendak mempunyai zona ekonomi serta otoritasnya sendiri sehingga terpisah dari ketentuan yang mengendalikan daerah kerajaan yang lain.

” Orang yang tinggal di situ tidak hendak diucap selaku orang Saudi namun hendak diucap dengan istilah Neomians, serta pembangunan tersebut direncanakan buat mempunyai jutaan penduduk pada tahun 2030,” kepala proyek pariwisata Andrew McEvoy berkata kepada The National pada bulan Mei tahun kemudian.

Terdapat rencana buat membangun jaringan lapangan terbang di NEOM yang hendak dijadikan hub internasional. Yang awal, bernama Lapangan terbang Neom Bay di daerah utara Sharma, sudah dibuka serta digunakan oleh investor serta karyawan di posisi.

Kemitraan senilai US$ 5 miliyar dengan Acwa Power serta Air Products di AS ditandatangani buat meningkatkan pabrik hidrogen hijau serta amonia hijau terbanyak di dunia, yang dijadwalkan hendak beroperasi pada tahun 2025.

Tidak hanya itu, dalam NEOM, hendak terdapat proyek cermin raksasa yang terdiri dari gedung pencakar langit selama 170 kilometer dengan lebar 200 m serta besar lebih dari 300 m. Proyek yang dinamakan The Line itu nantinya bisa sediakan rumah untuk 9 juta orang.

Struktur hendak dihubungkan dengan jalur setapak serta kereta berkecepatan besar hendak berjalan di bawahnya. Segala 170 kilometer hendak leluasa dari mobil serta jalanan, dengan kota yang seluruhnya netral karbon.

MBS sendiri sempat berkata The Line hendak mewujudkan gimana komunitas perkotaan di masa depan.

” Gagasan buat menyelimuti guna kota secara vertikal, membagikan mungkin untuk orang buat bergerak secara lembut dalam 3 ukuran buat mengaksesnya, merupakan suatu konsep yang diucap selaku Zero Gravity Urbanism,” katanya.

 

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours