Viral Di Medsos Capres Menjadi Sasaran Pembunuhan, Oleh Pki bayaran Dari Belakang

6 min read

Viral Di Medsos Capres Jadi Sasaran Pembunuhan, Oleh Pki bayaran Dari Balik Beritaokewla. com Jakarta- Capres yang diartikan pastinya bukan Ganjar, terlebih Prabowo sebab keduanya pendukung Jokowi. Jadi yang diartikan capres di mari merupakan Anies Baswedan. Tidak memgherankan bila Anies jadi sasaran pembunuhan, sebab upaya buat menjegal Anies hendak terus dicoba rezim Jokowi hingga Anies tumbang.

Bukankah sepanjang ini telah berulang kali Anies dijegal, apalagi hingga dikirim sekarung ular cobra kala Anies menginap di Tangerang, Banten? Para pendukung Jokowi telah sangat percaya jika Anies bakal kandas nyapres, hingga terdapat yang berani taruhan melepas mobil Alphard, tampaknya Anies senantiasa lolos di KPU serta mobil Alphardnya batal dikasihkan.

Apakah Tito ingin mengulang lagi kejadian Pilpres 2019 di mana terdapat 894 petugas KPPS yang terbunuh misterius serta lebih dari 5000 petugas sakit misterius.

Serta orang yang sangat bertanggung jawab merupakan Ferdy Sambo selaku Pimpinan Regu Satgassus Merah Putih, Tito Karnavian selaku Kapolri serta Jokowi pimpinan paling tinggi. Seluruh skenario ini sudah terkuak berkat pengakuan Ferdy Sambo sebab ikut serta pembunuhan Brigadir Joshua.

Apa sesungguhnya yang ditakutkan dari seseorang Anies, mengapa wajib terdapat warning dari seseorang Menteri Dalam Negara?

Akankah dicoba pembedahan senyap semacam yang terjalin di Pilpres 2019?

Apa dosa- dosa Anies terhadap bangsa serta negeri ini sehingga begitu“ ditarget” oleh rezim Jokowi?

Sementara itu, mengamati ekspedisi kampanye Anies di bermacam wilayah, tidak sempat Anies membangun kekerasan, radikalisme, intoleran, permusuhan, serta pemisahan bangsa. Anies senantiasa membangun persatuan, kedamaian, kerukunan, stabilitas, serta tidak sempat mencaci pihak lain. Bila juga mengkritik itu terhadap kebijakan yang dinilai tidak pro rakyat.

Secara individu Anies merupakan individu yang santun berakhlak mulia, amanah, hirau serta mengayomi wong cilik, merangkul seluruh penganut agama, serta membagikan kebebasan kepada para pengkritiknya buat mengoreksi dirinya.

Rekam jejak Anies jelas, kinerjanya telah terbukti sepanjang mengetuai Jakarta. Seluruh narasi yang menyudutkan Anies tidak teruji. Jakarta jadi salah satu kota terbaik di dunia. Seabreg penghargaan sudah diterima Anies baik dari dalam negara ataupun luar negara.

Bila hingga terjalin suatu kepada Anies, pihak yang sangat bertanggung Jawab merupakan: Kapolri, Mendagri, serta Presiden. Sebab tidak sanggup melindungi warganya yang jadi harapan rakyat.

Terdapat 5 pihak yang bisa jadi sanggup melaksanakan kekerasan:

Antek PKI

BIN

BRIMOB

Pembunuh Bayaran

Orang yang disuruh jadi ODGJ

Ayo kita analisa secara simpel kelima aspek di atas.

Awal, Bangkitnya anasir PKI yang berlindung di balik konstitusi, Pancasila serta Pemerintahan Jokowi

Sepanjang Jokowi berkuasa, pandangan hidup komunis sudah merasuk ke seluruh lembaga baik eksekutif, legislatif, ataupun yudikatif. Isyarat mereka yang sudah terpapar faham komunisme( PKI style baru) antara lain:

Mencemari Islam, ulama garus lurus, serta umat Islam yang istiqamah mengamalkan ajaran Islam

Politik devide et impera( Adu domba)

Maling teriak maling( kelompoknya yang membuat permasalahan tetapi dituduhkan kepada pihak umat Islam)

Tidak segan- segan menghabisi nyawa bila dikira merintangi ataupun mengusik rencana mereka. Berlagak munafik( di depan berlagak taat hukum serta ketentuan, di balik malah mengacak- acak hukum serta ketentuan)

Kedua, pembedahan senyap Tubuh Intelejen Negeri( BIN)

BIN merupakan lembaga negeri yang bertugas buat memantau tiap pergerakan yang bisa merongrong serta membahayakan negeri, menghasilkan pra keadaan, serta kadangkala pula berperan buat menghabisi lawan- lawan politik rezim.

Ketiga, Aparat Kepolisian, spesialnya Regu Densus 86, Satgassus, ataupun pasukan Brimob

Apa yang sudah dibeberkan oleh Ferdi Sambo, kalau pihak kepolisian bertanggung terhadap bermacam permasalahan pembunuhan, mulai permasalahan tewasnya 6 laskar FPI

Keempat, Para Pembunuh bayaran

Orang yang ditugaskan buat“ menghabisi” sasaran dapat berasal dari kesatuan, semacam pada permasalahan petugas KPPS, dapat pula dibantu orang- orang bayaran, semacam permasalahan pelemparan ular cobra kepada Anies, tujuannya buat melenyapkan benda fakta.

Kelima, Modus pelakon yang seketika jadi orang dengan kendala jiwa( ODGJ)

Permasalahan pembunuh tang penjepit seketika jadi ODGJ. Mungkin besar para ODGJ ini cuma modus buat melenyapkan bukti- bukti serta supaya bebas dari tuntutan hukum, sementara itu seluruhnya telah didesign.

Memanglah aneh terdapat ODGJ tetapi hafal sasaran yang dibunuh. Bila ODGJ yang asli, mereka tidak bisa jadi melaksanakan pembunuhan sebab benak mereka telah di dasar alam sadar yang cuma memandang yang baik- baik saja; ODGJ yang asli cuma padat jadwal dengan dirinya sendiri, mereka telah tidak hirau siapa juga yang di sekitarnya.

Kecuali memamg ODGJ setingan ataupun ODGJ jadi- jadian. Kadangkala pembentuk skenario sangat bodoh sehingga dikira rakyat yakin begitu saja dengan rekayasanya. Wallahu a’ lam.

Lebih dahulu, Menteri Dalam Negara( Mendagri) Tito Karnavian menjawab Mengenai kedatangan Mayor Inf Teddy Indra Wijaya di barisan pendukung capres no urut 2 Prabowo Subianto dalam debat Pilpres 2024. Mantan Kapolri itu memperhitungkan kedatangan Teddy selaku pengamanan terhadap pemimpinnya.

Perihal itu diutarakan Tito dikala menanggapi persoalan wartawan tentang pendapatnya menimpa kedatangan Mayor Teddy. Tito menjawab perihal itu dari pengalamannya selaku mantan Kapolri.

“ Sesungguhnya ini bukan domain aku, tetapi begini aku memandang dari layar balik aku mantan Kapolri. Seseorang ajudan itu gunanya bukan pesan menyurat perihal individu, tetapi ia merupakan perlindungan. Ia merupakan protektor yang sangat depan, jadi pelindung buat melindungi keamanan pimpinannya yang ia jadi ajudan,” kata Tito kepada wartawan di Media Center Indonesia Maju, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa( 26/ 12/ 2023).

Tito berkata yang jadi ajudan ialah orang- orang opsi. Tujuannya, kata Tito, buat melindungi pimpinannya dari mungkin serbuan.

“ Sama aku memiliki ajudan, ajudan aku hingga hari ini aku pilihin yang kokoh kokoh makanya rata- rata ajudan itu orang terlatih, pula buat melindungi pimpinannya jika terdapat serbuan,” terangnya.

Dari sana, Tito menegaskan tentang peristiwa penembakan yang mengenai Perdana Menteri( PM) Jepang Shinzo Abe pada Juli 2022 kemudian. Di mana akibat peristiwa itu, Shinzo Abe wafat dunia.

“ Jangan kurang ingat kita permasalahannya Shinzo Abe, mohon maaf dengan seluruh hormat ya terbentuknya serbuan itu dalam sejarah Jepang baru awal kali. Aku kira ya pimpinan setingkat prime minister dibunuh itu pada dikala ia kampanye,” kata Tito.

“ Aku waktu memandang di KPU itu ruang terbuka, bukan ruang tertutup. Sniper dapat saja terjalin, aku senantiasa berpikir skenario selaku mantan polisi ya, jadi ajudan pada dikala itu aku pikir berarti buat melindungi jadi protektor kala terjalin suasana krisis,” sambungnya.

Tito pula menuturkan supaya warga jangan menyepelehkan kemampuan terjalin serbuan. Terlebih, kata Tito, terhadap figur- figur yang lagi berkontestasi.

“ Kita sangat underestimate sebab tidak sempat terdapat, tidak menyangka sedikit juga hendak terdapat serbuan kepada mantan Prime Minister Shinzo Abe. Maksudnya negeri sehebat itu dapat kemalingan, jangan underestimate dengan serbuan teror, jangan underestimate, terlebih figur figur capres ini kan calon pemimpin ya, terdapat lawan politik seluruh berbagai terdapat orang yang gak suka,” tutur Tito.

Sedangkan itu, dikala ditanya terpaut kedatangan Mayor Teddy yang mengenakana baju seragam dengan pendukung Prabowo, Tito menebak perihal itu selaku wujud‘ undercover’.

“ Itu kan bisa jadi dalam rangka undercover. Penekanan aku cuma berpikir seseorang ajudan itu tugasnya bukan cuma ngurusin map, seluruh berbagai, enggak, ia merupakan pengawal terdepan yang mengamankan,” ucapnya.

“ Sama semacam aku hingga hari ini masih memiliki ajudan, serta ajudan aku itu merupakan orang- orang terlatih yang dapat mengamankan aku jika terdapat apa- apa selaku Menteri,” pungkas Tito.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours