Kena Tulah dari Israel, Kinerja McDonalds Meleset- Saham Merosot

2 min read

Kena Tulah dari Israel, Kinerja McDonalds Meleset- Saham Merosot Jakarta, Beritaokewla– Kinerja keuangan McDonalds meleset sehabis gelombang boikot menghantam restoran kilat saji itu akibat berhubungan dengan sokongan terhadap Israel.

Saham McDonalds turun pada perdagangan Senin( 5/ 2/ 2024). Ini terjalin sehabis jaringan santapan kilat saji terbanyak di dunia itu meleset dari ekspektasi pendapatannya.

Penyusutan saham McDonalds terjalin lantaran dampak boikot dari konflik Israel- Hamas yang berkelanjutan, sehingga angka penjualan jadi lebih rendah.

Mengutip Forbes, McDonalds memberi tahu pemasukan sebesar US$6, 41 miliyar ataupun dekat Rp101 triliun pada kuartal keempat, 7, 5% lebih besar dari US$5, 92 miliyar( Rp93, 3 triliun) yang dilaporkan pada periode yang sama tahun 2023 serta sedikit di dasar ditaksir analis sebesar US$6, 45 miliyar.

Sedangkan itu, laba bersih naik jadi US$2 miliyar( Rp31, 5 triliun), ataupun US$2, 80 per saham, dibanding dengan US$1, 9 miliyar satu tahun kemudian serta di dasar ekspektasi analis FactSet sebesar US$2, 83 per saham.

Kala disesuaikan dengan bayaran saat sebelum pajak sebesar US$72 juta terpaut penghapusan fitur lunak serta US$66 juta terpaut PHK ratusan karyawan industri tahun kemudian, laba per saham dilusian McDonalds merupakan US$2, 95.

Industri tersebut menunjuk pada akibat perang Israel- Gaza terhadap pertumbuhannya sebesar 0, 7% di Timur Tengah, jauh lebih kecil dari ditaksir analis sebesar 4, 7%.

Wall Street Journal memberi tahu kalau saham McDonalds pula naik 12% pada tahun saat sebelum penutupan hari Jumat, menjelang peningkatan 9% pada subindeks restoran SP 500 pada periode yang sama.

McDonalds sendiri mempunyai kapitalisasi pasar sebesar US$215, 46 miliyar. Merk ini mempunyai lebih dari 40. 000 posisi di lebih dari 100 negeri, 95% di antara lain ialah waralaba serta dipunyai oleh operator lokal. McDonalds menduduki peringkat ke- 217 dalam catatan industri terbanyak dunia tipe Forbes tahun kemudian.

McDonalds tidak sendirian, merk Starbucks, Coca- Cola, serta Nestle mengalami serbuan balik di Timur Tengah semenjak perang diawali. CEO Starbucks Laxman Narasimhan berkata minggu kemudian kemarahan konsumen atas perang merugikan penjualan pada kuartal terakhir.

Starbucks memberi tahu penjualan bersih sebesar US$9, 43 miliyar pada kuartal terakhir serta kenaikan penjualan global sebesar 5%, jauh di dasar ditaksir yang memperkirakan perkembangan mendekati 7%.

Perkembangan penjualan toko yang sama di pasar internasional merupakan 7% pada kuartal terakhir, industri memberi tahu, jauh di dasar ekspektasi sebesar 13, 2%. Starbucks berkata toko- tokonya dilanda keluhan serta vandalisme di Timur Tengah serta Amerika Utara.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours