Tahun Baru Imlek Sudah Jadi Hari Libur Formal di Lebih 20 Negeri Juru

3 min read

Tahun Baru Imlek Sudah Jadi Hari Libur Formal di Lebih 20 Negeri Juru Bicara Departemen Luar Negara Cina Wang Wenbin menyebut Tahun Baru Imlek sudah jadi hari libur di lebih dari 20 negeri tercantum di Perserikatan Bangsa- Bangsa( PBB).

” Tahun Baru Imlek merupakan hari libur universal di lebih dari 20 negeri serta dirayakan dalam bermacam wujud oleh dekat seperlima penduduk bumi,” kata Wang Wenbin dikala mengantarkan penjelasan kepada media di Beijing, Cina pada Selasa( 6/ 2/ 2024).

Dalam Persidangan Universal ke- 78 PBB di New York, AS pada 22 Desember 2023 disepakati pengesahan resolusi berisi Tahun Baru Imlek ataupun Festival Masa Semi Cina jadi hari libur PBB mulai 2024.

” Festival Masa Semi tahun ini hendak jadi yang awal semenjak Majelis Universal PBB memutuskan buat memasukkan Tahun Baru Imlek selaku hari libur terapung PBB. Organisasi Pangan serta Pertanian( FAO), Kantor PBB di Wina serta organisasi internasional lain pula secara formal memperingati Tahun Baru Imlek buat awal kalinya,” tambah Wang Wenbin.

Bagi Wang Wenbin, Festival Masa Semi merupakan waktu buat reuni keluarga serta ditatap oleh banyak orang selaku momen Cina di kalender tiap tahun.

” Di PBB, para utusan diplomatik merasakan tradisi Festival Masa Semi semacam membuat pangsit, kaligrafi serta seni memotong kertas,” ungkap Wang Wenbin.

Wang Wenbin kemudian mengatakan beberapa perayaan Imlek di bermacam negeri. Misalnya Perdana Menteri Selandia Baru Christopher Luxon bergabung dengan ribuan masyarakat Tionghoa di perantauan dalam Festival Tahun Baru Imlek serta Hari Pasar di Auckland buat menyongsong Tahun Naga.

Di Belarus, diadakan konser simfoni Merangkul Tahun Baru Imlek oleh musisi dari Cina serta Belarus. Sedangkan di Heidelberg, Jerman terdapat pameran adat istiadat tradisional di kuil kepada turis semacam diabolo, Festival Masa Semi serta tulisan kepribadian Fu yang berarti keberuntungan.

Berikutnya di Metropolitan Museum of Art di New York menyelenggarakan pameran berjudul Memperingati Tahun Naga yang menunjukkan pertunjukan tari naga, pencetakan balok kayu serta kegiatan lain.

Setelah itu di Malaysia, lentera digantung di jalan- jalan serta kanak- kanak muda menunjukkan tarian naga sampai selama nyaris 200 m. Masih terdapat perayaan akbar berbentuk pertunjukan sinar 12 simbol shio dalam tahun Cina di Marco Zero Square, Brasil.

” Festival Masa Semi mewujudkan tradisi serta nilai- nilai harmoni, cinta, serta perdamaian dalam budaya Cina. Kenyataan kalau festival ini dirayakan di tempat lain di segala dunia merupakan contoh nyata dari proses timbal balik antara bermacam peradaban serta gimana mereka tumbuh bersama,” tambah Wang Wenbin.

Dia berharap publik secara luas bisa turut merasakan kegembiraan Festival Masa Semi, merasakan datangnya kehangatan masa semi serta bersama- sama menyongsong tahun baru Imlek.

 

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours