Raksasa Eropa Terancam Kiamat Baru, Jadi Karma Hukuman buat Rusia

2 min read

Raksasa Eropa Terancam Kiamat Baru, Jadi Karma Hukuman buat Rusia Jakarta, beritaokewla. com- Kekuasaan Jerman selaku negeri adidaya industri terancam akibat hilangnya gas alam Rusia yang murah di tengah krisis Ukraina. Ini membagikan pukulan telak untuk produsen yang berupaya senantiasa kompetitif dalam perihal bayaran.

Output industri di Jerman sudah menyusut semenjak 2017, serta penyusutan tersebut kian kilat semenjak impor gas Rusia dihentikan pada 2022 selaku hukuman untuk Moskow atas perang di Ukraina.

Mengutip Russia Today yang mengutip Bloomberg, saat ini pabrik- pabrik berumur satu abad mulai tutup, serta perusahaan- perusahaan lain memindahkan jalan penciptaan ke negara- negara dengan bayaran lebih rendah.

” Tidak banyak harapan, bila boleh jujur,” kata Stefan Klebert, CEO pembentuk mesin GEA Group AG.” Aku betul- betul tidak percaya apakah kita dapat menghentikan tren ini. Banyak perihal yang wajib berganti dengan sangat kilat.”

Suatu survei Federasi Industri Jerman yang dicoba pada September 2023 kemudian menampilkan kalau kekhawatiran terhadap keamanan serta bayaran tenaga merupakan alibi utama buat alihkan investasi ke luar negara.

Produsen bahan kimia tercantum di antara produsen yang sangat terpukul oleh hilangnya gas Rusia. BASF SE, produsen bahan kimia terbanyak di Eropa, serta Lanxess AG sudah memangkas ribuan pekerja.

Produsen ban asal Prancis, Michelin, serta pesaingnya dari AS, Goodyear, menutup ataupun memperkecil dimensi pabrik mereka di Jerman. Maria Rottger, kepala regional Michelin, berkata kalau bayaran yang dikeluarkan sangat besar untuk eksportir Jerman buat dapat tumbuh.

” Terlepas dari motivasi karyawan kami, kami sudah hingga pada titik di mana kami tidak bisa mengekspor ban truk dari Jerman dengan harga bersaing. Bila Jerman tidak bisa mengekspor secara kompetitif dalam konteks internasional, negeri tersebut hendak kehabisan salah satu kekuatan terbesarnya,” katanya.

Sedangkan itu, Menteri Keuangan Jerman mengakui krisis ini pada konferensi dini bulan ini.” Kami tidak lagi kompetitif. Kami terus menjadi miskin sebab tidak terdapat perkembangan. Kita tertinggal,” katanya.

Perekonomian Jerman hadapi kontraksi pada kuartal keempat tahun kemudian. Suatu riset yang dicoba oleh industri konsultan Alvarez& Marsal menciptakan kalau 15% industri Jerman terletak dalam kesusahan, yang berarti mereka mempunyai neraca yang lemah. Tingkatan kesulitan di Jerman bertambah dari tingkatan tahun kemudian sebesar 9% serta ialah yang paling tinggi di Eropa.

Pabrikan Jerman pula terserang akibat kurang baik dari buruknya infrastruktur, angkatan kerja yang menua, birokrasi, melemahnya sistem pembelajaran, serta meningkatnya persaingan dari Cina.

 

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours