Awas Proxy War, Jepang Turun Tangan Bantu RI Cs Lawan Cina di LCS

3 min read

Awas Proxy War, Jepang Turun Tangan Bantu RI Cs Lawan Cina di LCS Jakarta, Beritaokewla.com Indonesia- Pemerintah Jepang dikabarkan tengah mempunyai rencana dorongan perkuatan pertahanan Indonesia, Malaysia, Vietnam, serta Filipina dalam melawan tekanan Cina. Ini terjalin dikala Beijing terus kasar menekankan klaim teritorialnya di Laut Cina Selatan( LCS).

Rencana ini disiapkan oleh Japan International Cooperation Agency( JICA) yang bisa diberlakukan sepanjang 10 tahun ke depan. Rencana ini dilaporkan hendak dirilis pada 2025 mendatang.

” Rencana sokongan tersebut merupakan Jepang hendak sediakan drone, sistem radar serta kapal patroli, dan langkah- langkah kenaikan kapasitas yang lain buat tiap- tiap dari 4 negeri tersebut,” lapor lembaga penyiaran Jepang, NHK, dilansir Senin( 19/ 2/ 2024).

Pejabat serta ahli Jepang diyakini sudah melaksanakan riset serta survei lapangan pada bulan kemudian di Filipina serta Indonesia. Mereka dijadwalkan pada bulan April di Malaysia serta Vietnam.

Delegasi JICA yang dipandu oleh Direktur Jenderal Hiroo Tanaka mendatangi Manila pada bulan Januari buat mengenali proyek kerja sama keamanan maritim di negeri tersebut.

Sepanjang kunjungan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida ke Filipina pada bulan November tahun kemudian, Manila serta Tokyo menandatangani perjanjian pemberian radar pengawasan tepi laut oleh Jepang ke Filipina senilai 600 juta yen( Rp 62, 5 miliyar).

” Jepang hendak terus berinvestasi dalam menolong membangun kapasitas di negara- negara Asia Tenggara lewat penyediaan kapal, keahlian serta pelatihan,” tutur prof di International Christian University( ICU) di Tokyo, Stephen Nagy.

” Aku memprediksi lebih banyak program semacam ini sebab pendekatan pertahanan Jepang berarti kalau Tokyo berpikir hendak lebih baik buat tingkatkan keahlian tiap- tiap negeri Asia Tenggara secara orang sehingga mereka bisa mempunyai posisi yang lebih kokoh di Laut Tiongkok Selatan.”

LCS ialah jalan berarti buat sebagian besar pengiriman komersial dunia dengan sebagian negeri terletak di bibir lautan itu semacam Brunei, Kamboja, Cina, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapore, Taiwan, Thailand, serta Vietnam. Lautan itu diyakini selaku lautan yang kaya hasil alam, paling utama migas serta ikan.

Cina bersikukuh mengklaim dekat 90% dari lautan itu dalam apa yang diucap selaku” 9 garis putus- putus” dimana mencakup zona seluas dekat 3, 5 juta km persegi( 1, 4 juta mil persegi). Apalagi, Cina dilaporkan sudah membangun kota seluas 800 ribu mil persegi di Kepulauan Paracel bernama Shansa.

Klaim tersebut sudah memunculkan ketegangan politik dunia hendak perang terbuka yang bisa jadi saja terjalin sebab konflik teritorial ini. Dikenal, sebagian rival Barat Cina sudah mengirimkan ataupun merancang pelayan armada perangnya ke perairan ini.

Di sisi lain, Jepang mempunyai sengketa daerah dengan Cina menimpa kedaulatan kepulauan Senkaku, yang diketahui selaku Diaoyu oleh Beijing, di Laut Cina Timur.

Tidak hanya Filipina, Jepang sudah melaksanakan kerjasama pertahanan dengan sebagian negeri Asean yang lain.

Pada Desember 2023, Asean serta Jepang mengadakan pertemuan puncak spesial buat memeringati 50 tahun persahabatan serta kerja sama bilateral. Bagian utama dari kegiatan ini didedikasikan buat kerja sama di bidang keamanan maritim.

Di sela- sela KTT, Kishida serta mitranya dari Malaysia, Perdana Menteri Anwar Ibrahim menandatangani perjanjian dorongan keamanan senilai 400 juta yen( Rp 40 miliyar). Ikatan bilateral Malaysia- Jepang pula ditingkatkan jadi Kemitraan Strategis Komprehensif, yang ialah tingkatan kerja sama paling tinggi.

Secara terpisah, Jepang serta Indonesia pula menandatangani perjanjian pengadaan kapal patroli besar buatan Jepang senilai sampai 9, 05 miliyar yen( Rp 9, 4 triliun) buat Penjaga Tepi laut Indonesia.

Jepang serta Vietnam pula tingkatkan ikatan bilateral mereka jadi Kemitraan Strategis Komprehensif pada tahun kemudian. Lebih dahulu, pada tahun 2020, Tokyo menyetujui perjanjian pinjaman sebesar US$ 348 juta( Rp 5, 4 triliun) kepada Vietnam buat membangun 6 kapal patroli maritim.

” Jepang, yang sepanjang ini ialah mitra sangat terpercaya di antara banyak negeri anggota Asean, terus menjadi tingkatkan kedudukan keamanannya di kawasan ini,” kata Huong Le Thu, wakil direktur Asia di International Crisis Group.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours