Pendemo Ancam Nginap di Kantor Bupati Sintang

2 min read

Pendemo Ancam Nginap di Kantor Bupati Sintang- SINTANG, beritaokewla. com– Golongan warga adat Dayak menggerakkan massa di Kabupaten Sintang, Selasa( 07/ 02/ 2023) buat melaksanakan aksi damai. Mereka hendak menginap di Kantor Bupati Sintang, bila tidak memperoleh reaksi dari pemerintah kabupaten.

Massa berdemonstrasi menyikapi terdapatnya kasus antara warga adat dengan pengusaha perkebunan kelapa sawit yang mempunyai areal konsesi di kabupaten ini.

Ajakan berbagung dalam aksi massa ini timbul dari Andreas, Pimpinan Forum Ketemenggungan Adat Dayak Kabupaten Sintang. Tidak hanya itu, inisaisi gerakan tersebut timbul dari Jalinan Keluarga Dayak Uud Danum( Ikadum), serta Asosiasi Solidaritas Anak Peladang( ASAP).

Lewat seruan pada Selasa pagi, Andreas berkata, massa tersebut tergabung dalam Gerakan Warga Adat Sintang( GEMAS). Aksi damai ini mengaitkan masyarakat 10 kecamatan di Kabupaten Sintang, ialah Ketungau Hulu, Ketungau Tengah, Ketungau Hilir, Dedai, Kayan Hilir, Sungai Tebelian, Tempunak, Sepauk, Serawai serta Ambalau.

“ Selaku komunitas Dayak marilah kita dukung perjuangan ini hingga tercapai tuntutannya. Para partisipan aksi damai hendak bermalam di Kantor Bupati saat sebelum tuntutan dipadati,” tulis Andreas.

Demo di Sintang

Ia memusatkan kelompok massa buat berkumpul terlebih dulu di Halaman Entuyut, Kota Sintang. Mereka menyerukan beberapa poin tuntutan, dalam lembar kertas yang diteken sendiri oleh Andreas.

Di antara lain, memohon supaya pihak industri menghentikan kriminalisasi, mafia tanah, serta pelecehan terhadap warga adat, dan taktik adu domba industri. Tuntutan selanjutnya berbentuk permintaan kepada pemerintah supaya tidak“ mencuci tangan” atas kasus antara warga serta industri.

Seruan itu pula muat tuntutan supaya industri mengutamakan pengadaan tenaga kerja dari masyarakat lokal. Dan terdapat permintaan biar pemerintah mencabut izin industri yang semena- mena terhadap warga adat.

Adreas menulis nama 6 industri perkebunan kelapa sawit yang jadi sasaran aksi damai. Ia memohon Pemerintah Kabupaten Memperkenalkan pihak PT. Permata Lestari Jaya, PT. Linggar Jati Almansurin, PT. Mitra Nusa Fasilitas, PT. Group HPI, PT. Gunta Samba, serta PT. Gunas Group.

“ Kami menunjang pemerintah lewat Departemen ATR BPN buat sertifikasi free terhadap lahan warga,” tulis Andreas.

Pantauan di lapangan, massa mulai menghadiri titik kumpul pada Selasa pagi. Aparat keamanan juga sudah berjaga- jaga di sebagian titik vital.( RED)

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours