RI Hujan Lebat- Cuaca Ekstrem Beruntun, BMKG Ungkap Kapan El Nino Habis

4 min read

RI Hujan Lebat- Cuaca Ekstrem Beruntun, BMKG Ungkap Kapan El Nino Habis – Jakarta, beritaokewla Indonesia- Badan Meteorologi, Klimatologi serta Geofisika( BMKG) memperingatkan hujan dengan keseriusan sedang- lebat diiringi kilat/ angin kencang di sebagian daerah Indonesia masih berpotensi bersinambung sampai 18 Maret 2024 nanti.

Apalagi, beberapa daerah diingatkan supaya siaga mengalami kemampuan bencana hidrometeorologi buat bertepatan pada 14- 16 Maret 2024. Akibat terdapatnya tren kenaikan curah hujan jenis rimbun.

Daerah yang dimohon Siaga tersebut merupakan:

– Banten

– Kalimantan Tengah

– Nusa Tenggara Timur.

Tidak hanya itu, terdapat daerah yang dimohon Waspada, ialah:

– Bengkulu

– Lampung

– Jawa Barat

– Jawa Tengah

– DI Yogyakarta

– Jawa Timur

– Bali

– Nusa Tenggara Barat

– Kalimantan Tengah

– Sulawesi Selatan

– Maluku

– Papua.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, keadaan cuaca dikala ini dipengaruhi oleh bermacam aspek. BMKG, kata ia, terus melaksanakan pemantauan secara berkesinambungan. Paling utama menimpa kemampuan akibat yang disebabkan.

BMKG pada 7 Maret kemudian sudah merilis kemampuan hujan sedang- lebat antara bertepatan pada 8- 14 Maret 2024 di sebagian daerah Indonesia. Yang disebabkan signifikansi dinamika suasana yang tingkatkan kemampuan cuaca ekstrem.

Semenjak dikala itu, kata Dwikorita, BMKG mencatat terdapatnya hujan dengan keseriusan rimbun sampai ekstrem di beberapa daerah Indonesia semenjak bertepatan pada 8 sampai 14 Maret 2024.

Hujan jenis sangat rimbun terjalin di daerah Papua Barat( Nabire) 101, 4 milimeter/ hari serta Sulawesi Selatan( Maros) 102, 9 milimeter/ hari. Sedangkan itu, hujan dengan jenis ekstrem terjalin di Nusa Tenggara Timur( Kupang) 156, 8 milimeter/ hari serta Jawa Tengah( Semarang) 238 milimeter/ hari.

” Bersumber pada analisis cuaca terbaru dan mengamati pertumbuhan keadaan cuaca sepekan ke depan, BMKG mengenali masih terdapatnya kemampuan kenaikan curah hujan secara signifikan di sebagian daerah Indonesia,” katanya dikala membagikan penjelasan pers secara virtual, Kamis( 14/ 3/ 2024).

Tetapi, Dwikorita menegaskan, peristiwa tersebut tidaklah diakibatkan fenomena La Nina. Selaku data, La Nina merupakan fenomena terbentuknya kenaikan curah hujan melampaui keadaan wajarnya. La Nina kerap disebut- sebut bakal terjalin sehabis El Nino, fenomena masa kemarau lebih ekstrem panas serta panjang dari masa kemarau umumnya.

” Bukan. Butuh di informasikan, ini bukan sebab fenomena La Nina,” kata Dwikorita.

Ia juga menguraikan, pemicu kemampuan kenaikan curah hujan sampai 18 Maret 2024.

Pemicunya merupakan dinamika suasana berikut:

1. Kegiatan Madden Julian Oscillation( MJO) dan fenomena

Gelombang Kelvin serta Rossby Equatorial masih terpantau serta diprediksi aktif di daerah Indonesia dalam sebagian hari ke depan.

2. Terdapatnya 3 Bibit Siklon Tropis, ialah Bibit Siklon Tropis 91S, 94S,

serta 93P termonitor terletak di dekat Samudera Hindia selatan Jawa, Laut Timor, serta Laut Australia menampilkan pengaruh terhadap daerah Indonesia bagian selatan.

Bersumber pada analisis bertepatan pada 14 Maret 2024, 07. 00 Wib menampilkan:

a. Bibit Siklon Tropis 91S mempunyai kecepatan angin maksimum 30- 35knots( 56- 65 kilometer/ jam), tekanan hawa di pusat sistem sebesar 994 hPa, pergerakan ke arah tenggara, serta kesempatan buat jadi Siklon Tropis pada jenis sedang- tinggi dalam 24 jam kedepan.

b. Bibit Siklon Tropis 94S mempunyai kecepatan angin maksimum 15- 20 knots( 28- 37 kilometer/ jam), tekanan hawa di pusat sistem sebesar 999. 9 hPa, pergerakan ke arah timur- tenggara, serta kesempatan buat jadi Siklon Tropis pada jenis rendah dalam 24 jam ke depan.

c. Bibit Siklon Tropis 93P mempunyai kecepatan angin maksimum 20- 25 knots( 37- 46 kilometer/ jam), tekanan hawa di pusat sistem sebesar 1003 hPa, pergerakan ke arah tenggara, serta kesempatan buat jadi Siklon Tropis pada jenis rendah dalam 24 jam ke depan.

” Campuran pengaruh fenomena- fenomena tersebut diprakirakan memunculkan kemampuan hujan dengan keseriusan sedang- lebat yang diiringi kilat/ angin kencang di sebagian daerah Indonesia sampai 18 Maret 2024,” kata Dwikorita.

Daerah tersebut merupakan:

* Bengkulu

* Lampung

* Banten

* Jawa Barat

* DKI Jakarta

* Jawa Tengah

* DI Yogyakarta

* Jawa Timur

* Bali

* Nusa Tenggara Barat

* Nusa Tenggara Timur

* Kalimantan Tengah

* Kalimantan Timur

* Kalimantan Utara

* Sulawesi Selatan

* Maluku

* Papua Barat

* Papua.

” Kami merilis peringatan dini ini secara berulang- ulang bukan buat membuat panik. Peringatan hendak hujan rimbun, cuaca ekstrem, banjir rob, air pasang ini buat membagikan data secepat bisa jadi supaya warga bersama Pemda terpaut melaksanakan kesiapan,” ucapnya.

” Lebih dahulu kami telah sampaikan data pada 3 Maret, kemudian 8 Maret, serta kami ulang lagi hari ini. Mohon terus monitor pertumbuhan keadaan cuaca dari BMKG,” tegas Dwikorita.

Kemudian apakah El Nino yang menyerang Indonesia semenjak pertengahan tahun 2023 kemudian telah berakhir?

” Yang jelas, El Nino mulai melemah serta hendak lekas berakhir. Di dekat bulan April ataupun akhir bulan Maret ini, El Nino mulai berakhir,” paparnya.

” Setelah itu kita dikala ini transisi antara masa hujan buat merambah masa kemarau. Yang telah masuk berangsur- angsur, bertahap di sebagian daerah di Indonesia,” pungkas Dwikorita.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours