Diam- diam PHK Pabrik Tekstil RI Makan Korban 1 Juta Orang Pekerja

3 min read

Diam- diam PHK Pabrik Tekstil RI Makan Korban 1 Juta Orang Pekerja – Jakarta, beritaokewla. com Indonesia- Ketua Universal Asosiasi Produsen Serat serta Benang Filament Indonesia( APSyFI) Redma Gita Wirawasta mengatakan, jumlah pemutusan ikatan kerja( PHK) di industri tekstil serta produk tekstil( TPT) di Tanah Air paling tidak menggapai 1 juta orang.

” Semenjak kuartal keempat tahun 2022, PHK di industri tekstil itu terdapat menggapai 1 juta sesungguhnya. Itu jika kita hitung dari utilisasi pabrik,” katanya kepada beritaokewla. com Indonesia, dilansir Selasa( 19/ 3/ 2024).

Perlambatan ekonomi dunia yang menimbulkan anjloknya permintaan di pasar- pasar ekspor utama produk TPT Indonesia jadi salah satu faktor maraknya PHK. Ditambah lagi, serbuan benda TPT impor, baik sah ataupun ilegal, sehingga menggerogoti jatah pasar untuk industri di dalam negara.

” Waktu utilisasi kita 80%, tenaga kerja langsung itu terdapat 3, 7 juta orang. Ini di industri TPT ya. Kala kemarin turun ke 45%, sesungguhnya tenaga kerja itu berkurangnya terdapat 1 juta orang. Ini semenjak tahun 2022,” paparnya.

” Kan tidak bisa jadi dari utilisasi yang 80% turun jadi 45%, tenaga kerja yang menurun cuma 50%,” lanjut Redma.

Sebab itu, ia berharap, langkah pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan( Permendag) Nomor 36/ 2023 tentang Kebijakan Pengaturan Impor, yang mengendalikan pembatasan arus benda impor masuk ke Indonesia wajib diimplementasikan dengan tidak berubah- ubah.

Permendag itu sendiri sudah diganti dengan Permendag Nomor 3/ 2024 tentang Pergantian atas Permendag Nomor 36/ 2023 tentang Kebijakan Pengaturan Impor, berlaku semenjak 10 Maret 2024.

” Dari total 1 juta yang PHK itu dekat 50% merupakan pekerja di industri garmen, disusul pabrik tenun, spinning. Jadi Permendag ini wajib diimplementasikan betul,” ucapnya.

” Terima kasih kepada pemerintah, Kemenko Perekonomian, Departemen Perdagangan, Departemen Perindustrian, serta Departemen Keuangan. Ini telah on the track yang sangat baik buat menghasilkan kompetisi yang fair di pasar dalam negeri, sehingga industri TPT di dalam negara dapat berkembang sehat,” ucap Redma.

Dengan begitu, lanjutnya, industri dalam negeri dapat menikmati peningkatan permintaan. Akibatnya, kata Redma, bukan tidak bisa jadi pekerja yang sudah di_PHK t

Lebih dahulu, Redma sudah menegaskan tren PHK masih hendak bersinambung sebab serbuan benda impor yang terus menjadi menggerus jatah produk lokal di pasar dalam negara. Dampaknya, di tengah tekanan ekspor yang belum membaik cocok harapan, pengusaha tekstil nasional mengaku pula tidak dapat mengharapkan topangan pasar dalam negeri.

Link Terkait : 

” Tren PHK masih terus terjalin,” kata Pimpinan Universal Asosiasi Produsen Serat serta Benang Filament Indonesia( APSyFI) Redma Gita Wirawasta kepada beritaokewla. com Indonesia, dilansir Selasa( 5/ 3/ 2024).

” Penyebabnya masih sama. Benda impor masih banjir serta terus masuk. Ini pemerintah sama sekali belum melaksanakan aksi. Impor borongan masih terus terdapat. Peredarannya pula gempar tanpa aksi,” tukasnya.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours