Halo! THR Bonus Kena Pajak, Begini Metode Ngitungnya

2 min read

Halo! THR Bonus Kena Pajak, Begini Metode Ngitungnya – Jakarta, Beritaokewla.com Indonesia- Pemerintah sudah menetapkan syarat untuk industri buat membayarkan secara penuh tunjangan hari raya( THR) untuk para pegawai. Tetapi, butuh diingat kalau THR ialah bagian dari pemasukan yang dikenakan pajak.

Dalam novel Teliti Pemotongan PPh Pasal 21/ 26 Direktorat Jenderal Pajak( DJP), disebutkan kalau penghitungan Pajak Pemasukan( PPh) Pasal 21 Pegawai Senantiasa merupakan menghitung segala pemasukan bruto yang diterima dalam satu bulan.

Pemasukan itu meliputi segala pendapatan, seluruh tipe tunjangan serta pemasukan tertib yang lain, tercantum duit lembur. Kemudian, bonus, tunjangan hari raya, jasa penciptaan, tantiem, gratifikasi, premi, serta pemasukan lain yang sifatnya tidak tertib.

Adapula imbalan sehubungan dengan aktivitas yang diselenggarakan oleh pemberi kerja serta pembayaran iuran jaminan musibah kerja serta iuran jaminan kematian kepada tubuh penyelenggara jaminan sosial ketenagakerjaan yang dibayarkan pemberi kerja.

Ditjen Pajak juga membagikan contoh penghitungan pajaknya lewat akun instagram@ditjenpajakri, berikut rinciannya:

Seseorang pegawai senantiasa duit bekerja penuh sepanjang setahun mempunyai pendapatan Rp 5 juta serta memperoleh sebagian pemasukan lain berbentuk THR, bonus, serta duit lembur.

Pegawai itu menerima THR pada April sebesar Rp 5 juta, kemudian duit lembur Rp 500 ribu pada Februari, Mei serta November. Premi JKK serta JKM masing- masing bulannya yakni Rp 40 ribu, sehingga total pemasukan bruto merupakan sebesar Rp 71, 98 juta.

Dari total itu, dihitung pajaknya memakai tarif efisien rata- rata( TER) cocok tabel dalam Peraturan Pemerintah( PP) No 58/ 2023 jo. PMK 168/ 2023. Kemudian, buat akhir tahun ataupun Desember diperhitungkan cocok dengan syarat pasal 17 UU PPh jo UU Ciptakerja dikurangi penumpukan TER Januari- November.

Dengan demikian, total penghitungannya yakni pemasukan bruto setahun Rp 71, 98 juta dikurangi bayaran jabatan setahun( 5% dari pemasukan bruto ataupun maksimum Rp 6 juta, iuran pensiun Rp 100 ribu per bulan, pemasukan neto setahun, serta pemasukan tidak kena pajak cocok tabel kawin serta tanggungan, buat memperolah pemasukan kena pajaknya yang senilai Rp 8, 68 juta.

Sehabis itu dikurangi dengan perhitungan susunan PPh Pasal 21 terutang setahun buat dikalikan dengan pemasukan kena pajak. Susunan tarif pegawai itu masuk ke dalam kalangan tarif 5%, sehingga 5% x Rp 8. 681. 000 sehingga total PPh Pasal 21 terutang setahun Rp 434. 050.

Ada pula PPh Pasal 21 terutang dari Januari hingga dengan November merupakan Rp 443. 150, sehingga PPh Pasal 21 terutang Desember terdapat lebih bayar Rp 9. 100.

Link Terkait : 

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours