Disepakati Masa Jokowi, Nasib PPN 12% Saat ini di Tangan Prabowo

3 min read

Disepakati Masa Jokowi, Nasib PPN 12% Saat ini di Tangan Prabowo- Jakarta, beritaokewla.com Indonesia- Rencana pemerintah menaikkan tarif Pajak Pertambahan Nilai( PPN) dari 11% jadi 12% menuai polemik di warga. Kepastian kebijakan ini ditunda ataupun dilanjutkan bergantung dari presiden terpilih, Prabowo Subianto.

Staf spesial Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo berkata peningkatan PPN jadi 12% ialah konvensi politik antara pemerintah serta DPR. Konvensi itu setelah itu dituangkan dalam Undang- Undang No 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan( HPP).

Ia berkata penerapan ketentuan itu nantinya ialah keputusan yang hendak diambil oleh presiden serta DPR yang terpilih dalam Pemilu 2024.” Secara etis, keputusan diserahkan ke Presiden serta DPR baru,” kata Prastowo di akun X- nya, dilansir pada Senin,( 25/ 3/ 2024).

Prastowo berkata UU HPP secara jelas mengendalikan tentang kewenangan tersebut. Ia berkata UU HPP itu mengendalikan kalau tarif PPN 12% bukan harga mati.

” UU/ 7 2021 lumayan jelas mengendalikan, tarif PPN 12% bukan harga mati, UU berikan ruang penyesuaian dalam rentang 5- 15%, disesuaikan pertumbuhan ekonomi serta kebutuhan pemerintah,” kata Yustinus

Sebagaimana dikenal, peningkatan PPN jadi 12% ialah amanat yang terdapat dalam UU HPP yang sudah disahkan Presiden Jokowi pada Oktober 2021. Ketentuan ini memerintahkan PPN naik jadi 11% pada April 2022 serta dilanjutkan dengan peningkatan jadi 12% sangat lelet 1 Januari 2025.

Rencana peningkatan PPN ini memperoleh penolakan dari golongan ekonom ataupun pengusaha. Dengan peningkatan ini, Indonesia hendak jadi segelintir negeri dengan tarif PPN sangat besar di Asean. Para ekonom takut, peningkatan ini hendak terus menjadi memencet energi beli warga yang belum pulih dari pandemi COVID- 19.

Pemerintah lewat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pernah membagikan sinyal kalau kebijakan ini hendak senantiasa dilanjutkan. Airlangga berkata peningkatan PPN jadi 12% ialah amanat undang- undang.

Airlangga pula berkata penerapan ketentuan itu pula ialah wujud keberlanjutan program- program Jokowi di tangan Prabowo.

” Kita amati warga Indonesia telah menjatuhkan opsi, pilihannya keberlanjutan. Senantiasa jika berkepanjangan bermacam program yang dicanangkan pemerintah senantiasa hendak dilanjutkan, tercantum kebijakan PPN,” ucap Airlangga.

Belum lama, Airlangga melunak. Ia berkata penerapan peningkatan PPN bergantung pemerintahan terpilih, ialah Prabowo Subianto- Gibran Rakabuming Raka.

” Bergantung pemerintah programnya nanti semacam apa,” kata ia.

Ia berkata keputusan formal pemerintah terpaut peningkatan PPN tersebut nantinya hendak tertuang di UU APBN 2025. Ia berkata penataan APBN itu pasti hendak mengaitkan pemerintahan terpilih.

” Menimpa apa yang diputus pemerintah, nanti pemerintah hendak memasukkan itu ke dalam UU APBN, jadi kita amati saja UU APBN itu dapat muat kebijakan terpaut dengan angka PPN,” kata ia.

Airlangga berkata sepanjang ini belum mangulas wacana peningkatan PPN tersebut dengan Prabowo.” Nanti hendak dibahas selanjutnya,” ucap ia.

Link Terkait :

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours