Kenyataan Baru yang Terungkap dari Permasalahan Penganiayaan Anak Aghnia Punjabi

4 min read

Kenyataan Baru yang Terungkap dari Permasalahan Penganiayaan Anak Aghnia Punjabi- Surabaya- Polisi sudah menetapkan IPS selaku terdakwa penganiayaan terhadap anak selebgram asal Malang, Aghnia Punjabi. Wanita 27 tahun itu teruji sudah melaksanakan penganiayaan keji pada bayi berumur 3, 5 tahun tersebut.

Penganiayaan itu terungkap akibat kebohongan si suster yang melapor ke Aghnia kalau CA terjatuh sampai hadapi memar di matanya. Tetapi, si bunda mengendus beberapa kejanggalan.

Beberapa kenyataan baru juga terungkap usai polisi melaksanakan penyelidikan intensif atas permasalahan ini. Dikala ini, IPS wajib mendekam di balik jeruji besi dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

1. Penjaga Anak Aghnia Punjabi Jadi Tersangka

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Budi Hermanto melaporkan pengecekan maraton terhadap pelakon dicoba semenjak Jumat malam sampai Sabtu pagi. Sehabis dicoba gelar masalah, polisi menetapkan IPS selaku terdakwa.

” Sehabis dicoba pengecekan semenjak kemarin( Jumat) malam sampai pagi tadi. IPS kami tetapkan selaku terdakwa,” kata Budi Hermanto dalam konferensi pers di Mapolresta, Sabtu( 30/ 3/ 2024).

2. Kesadisan Pelakon Aniaya Anak Aghnia Punjabi

Budi menarangkan kalau segala aksi terdakwa kepada korban terekam Kamera pengaman. Dari rekaman itu dikenal kalau terdakwa melaksanakan pemukulan dengan novel, menyiram dengan minyak sikat, sampai membekap korban dengan boneka.

” Seluruh perbuatan terdakwa terekam oleh Kamera pengaman serta telah kami sita yang nantinya kami hendak kirim ke labfor digital forensik,” ucap perwira yang akrab disapa Buher tersebut.

3. Pelakon Pernah Berbohong

Buher mengatakan gimana penganiayaan itu terungkap. Seluruh bermula dari kebohongan terdakwa yang bermaksud membuat alibi dengan memberi tahu kalau bayi CA jatuh sampai hadapi cedera memar di mata.

Penganiayaan itu dikenal terjalin di rumah Aghnia, Perum Permata Jingga, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang pada Kamis( 28/ 3). Peristiwanya terjalin dekat jam 04. 18 Wib ataupun dikala jam sahur.

” Jadi masalah ini berawal dari data suster kepada orang tua korban di mana anaknya hadapi luka akibat jatuh terdapat memar di bagian mata sebelah kiri serta kening bagian tengah atas. Pada dikala dikirim gambar kepada orang tua korban, timbul kecurigaan sehingga orang tua korban membuka DVR Kamera pengaman yang terdapat di dalam kamar,” ucapnya.

4. Hasil Visum Korban

Dari sana, kata Buher, dikenal terdapat aksi kekerasan terhadap anak si selebgram. Suster penjaga itu sudah memukul, menjewer, mencubit, apalagi menindih korban.

” Serta hasil sedangkan visum, terdapat wujud cedera memar pada mata sebelah kiri. Terdapat cedera guratan di telinga di sebelah kanan serta kiri, begitu pula dengan bagian kening maupun jidat,” terangnya.

5. Terancam 5 Tahun Penjara

Memandang putrinya dianiaya penjaga, Aghnia Punjabi bersama suaminya, Reinukky Abidharma menghubungi Polresta Malang lewat telepon pada Jumat( 28/ 3). Dikala itu keduanya masih terletak di Jakarta. Sehabis menelepon polisi, keduanya setelah itu bergegas terbang ke Malang.

” Sehabis kami dihubungi orang tua korban kira- kira lebih kurang jam 1 siang hari sehabis salat Jumat, kita berkoordinasi dengan pihak keluarga pada dikala itu baru landing dari Jakarta. Sehingga, regu melaksanakan koordinasi serta memandang dari sudut pandang Kamera pengaman, yang terdapat persesuaian sama dengan wujud kamar yang terdapat di ruangan yang nampak di Kamera pengaman,” jelas Budi Hermanto.

Akibat perbuatannya, terdakwa IPS hendak dijerat dengan pasal 80 ayat 2 Undang- Undang Republik Indonesia No 35 Tahun 2014 tentang proteksi terhadap anak dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun.

6. Tangis Aghnia Rusak Ceritakan Kekejian Penjaga Anaknya

Aghnia Punjabi tidak kuasa menahan tangis dikala menggambarkan gimana dirinya mengenali kekejaman penjaga gadis sulungnya sepanjang nyaris satu tahun ini. Hatinya sirna memandang putrinya yang masih bayi babak belur dianiaya terdakwa.

Dia mengaku dikala peristiwa dirinya tengah terletak di Jakarta. Dia baru mengenali sehabis satu suster lain mengirim gambar keadaan CA( 3, 5) yang diprediksi sudah dianiaya terdakwa.

Bagi Aghnia, perbuatan keji terdakwa bisa dilihat sendiri di rekaman Kamera pengaman yang diunggahnya. Cuma sebab keajaiban Tuhan, gadis sulungnya masih dapat bertahan.

” Jika anak ini enggak dikasih keajaiban sama Allah bisa jadi telah enggak terdapat. Sebab betul- betul dihajar bukan seperti anak kecil lagi, dikejar ke situ kemari. Itu anak umur 3 tahun tidak terdapat yang membantu,” tuturnya.

Aghnia menuturkan, terdapat sebagian orang tercantum pembantu lain di dalam rumah dikala peristiwa terjalin. Tetapi, mereka tidak mendengar peristiwa itu sebab tengah makan sahur di lantai bassment. Sedangkan kamar putrinya dikunci oleh terdakwa.

” Terdapat mbak- mbak aku di dasar, sahurnya di bassment. Jadi tidak mendengar, kamar anak aku dikunci serta buatnya dibiarkan di dalam kamar,” tuturnya.

7. Motif Tersangka

Aghnia mengatakan motif terdakwa menganiaya putrinya. Terdakwa dendam serta menyiksa korban cuma sebab tidak ingin diatasi lukanya.

” Katanya tidak ingin diatasi, serta itu jadi motif buat menyiksa anak aku,” tuturnya.

Bunda 2 anak ini mengaku sudah menyimpan curiga sepanjang satu tahun terdakwa bekerja. Kala memandang terdapatnya sisa cubitan pada badan putrinya.

Tetapi, lagi- lagi Aghnia berupaya mengabaikan kecurigaannya itu. Karena, ia memandang perilaku IPS yang begitu sopan.

” Sepanjang satu tahun ini, terdapat sebagian perihal yang mencurigakan. Semacam terdapat sisa cubitan, cuman aku memandang susternya( terdakwa) dengan perangai yang sangat sopan. Jadi aku masih yakin sama susternya, tetapi dibuktikan di hari ini,” ucapnya.

Link Terkait :

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours