Terduga Maling Jadi Samsak Hidup Massa Nobar Timnas Indonesia U- 23 di Karawang

3 min read

Terduga Maling Jadi Samsak Hidup Massa Nobar Timnas Indonesia U- 23 di Karawang- Peristiwa pengeroyokan terjadi dikala nonton bareng( nobar) Timnas Indonesia U- 23 di Karangwitan, Karawang. Beberapa massa nobar melakuan pengeroyokan terhadap seorang yang diduga maling.

Pada video yang beredar viral di platform media sosial nampak, beberapa massa mengoroyok seorang berkaos putih diprediksi maling. Massa membebaskan pukulan serta tendangan ke arah maling itu sampai tidak berdaya.

” Detik- detik maling di kegiatan nobar tertangkap di Karangpawitan,” nulis narasi pada video semacam dilansir, Selasa( 30/ 4).

Video aksi pengeroyokan terhadap seorang diprediksi maling itu terjalin usai pertandingan Timnas Indonesia U- 23 yang dimenangkan oleh Uzbekistan dengan skor 2- 0 pada babak semifinal Piala Asia U- 23 2024.

Video ini sontak menemukan banyak pendapat dari netizen. Salah satu netizen menyebut kalau terduga maling itu di posisi sangat tidak pas sebab beraksi usai kekesalan suporter akibat ulah wasit laga Timnas Indonesia U- 23.

” Tidak terdapat wasit malingpun jadi,” cuit salah satu netizen.

” Udah tau lagi kesel gegara king indo kalah ama dek uzbek. Ya auto bonyok selaku pelampiasan,” sambung akun yang lain.

Timnas Indonesia Kandas ke Final Piala Asia U- 23

Timnas Indonesia U- 23 takluk dengan skor 0- 2 melawan Uzbekistan U- 23 pada laga semifinal Piala Asia U- 23 2024 Qatar di Stadion Abdullah bin Khalifa, Doha.

2 berhasil kemenangan Uzbekistan terbentuk di babak kedua lewat Khuisain Norchaev pada menit ke- 68 serta berhasil bunuh diri Pratama Arhan pada menit ke- 86. Laga ini pula diwarnai kartu merah Rizky Ridho pada menit ke- 83 sehabis review Video Assistant Review( VAR) yang dipandu Sivakorn Pu- Udom.

Di laga ini, berhasil Muhammad Ferarri pula pernah dianulir oleh wasit. Ferarri Ferarri mengaku sangat kecewa sebab berhasil yang ia cetak ke gawang Uzbekistan dianulir wasit asal Cina Shen Yinhao yang mengetuai pertandingan.

Pada menit ke 63 ribuan suporter Indonesia bersorak menyongsong berhasil yang dicetak melalui tendangan keras Ferarri yang menggunakan bola liar di depan gawang Uzbekistan.

Berhasil tersebut berawal dari crossing Pratama Arhan dari sisi kanan, bola menjangkau Ramadhan Sananta yang berduel dengan kiper Uzbekistan. Bola muntah setelah itu dapat diteruskan Sananta ke Ferarri yang dengan sigap melaksanakan tendangan keras yang masuk dengan sempurna ke gawang Uzbekistan.

Wasit setelah itu mengecek VAR karena terindikasi offside. Sehabis memandang siaran Video Assistant Review( VAR), wasit menganulir berhasil yang dicetak Ferarri tersebut sebab lebih dahulu Ramadhan Sananta sudah terletak dalam posisi offside. Dari siaran VAR yang diputar berulang- ulang memanglah kaki Ramdhan Sananta sedikit terletak di depan pemain sangat balik Uzbekistan.

” Jelas aku sangat kecewa tadi berhasil aku dianulir. Aku kecewa dengan keputusan wasit,” kata Ferari dalam wawancara formal seusai pertandingan.

Bagi pemain asal Persija Jakarta ini, Timnas Indonesia telah bermain sangat baik tetapi keberuntungan belum berpihak kepada Garuda Muda.

” Walaupun kecewa, tetapi kita masih memiliki kesempatan lolos ke Olimpiade Paris. Esok dalam perebutan tempat ketiga kita hendak berupaya sekuat tenaga buat menang serta merebut tiket ke Olimpiade,” kata Ferarri yang pernah melaksanakan selebrasi berhasil dengan sujud syukur.

Link Terkait :

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours