Laki- laki Dilaporkan Viral Injak Al- Quran, Polisi Selidiki

3 min read

Laki- laki Dilaporkan Viral Injak Al- Quran, Polisi Selidiki- Jakarta- Laki- laki bernama samaran AK yang ialah Kepala Kantor Otoritas Bandar Hawa Daerah X Merauke dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penistaan agama lantaran tiba Al- Quran. Pihak kepolisian juga menyelidiki permasalahan tersebut.

Laporan tersebut teregister dengan no LP/ B/ 2646/ V/ 2024/ SPKT POLDA METRO JAYA tertanggal 15 Mei 2024. AK dilaporkan dengan dugaan Pasal 156 a KUHP tentang tindak pidana Penistaan Agama.

” 15 Mei hari Rabu, kami menerima laporan permasalahan dugaan penistaan agama terlapornya kerabat AK di laporan polisi tersebut,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Jumat( 17/ 5/ 2024).

Ade Ary berkata pihak kepolisian telah mengusut permasalahan tersebut cocok ketentuan yang terdapat.

” Berikutnya tiap terdapat laporan polisi yang masuk pastinya ditindaklanjuti oleh penyelidik dimulai dengan pendalaman dalam sesi penyelidikan. Jadi dikala ini lagi dicoba pendalaman oleh penyelidik,” ucapnya.

Oknum Dibebastugaskan

Direktorat Jenderal Perhubungan Hawa Departemen Perhubungan( Kemenhub) sendiri sudah mengambil aksi terhadap AK. Kemenhub sudah membebastugaskan sedangkan Kepala Kantor Otoritas Bandar Hawa Daerah X Merauke.

Pembebastugasan dari jabatan ini dicoba guna mempermudah pengecekan dugaan permasalahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga( KDRT), yang secara internal sudah dilaporkan ke Departemen Perhubungan, lewat Bagian Sumber Energi Manusia serta Organisasi( SDMO) Setditjen Perhubungan Hawa.

” Kami sangat menyesalkan permasalahan kekerasan rumah tangga yang mengaitkan Kepala Otoritas Bandar Hawa Daerah X Asep Kosasih. Dikala ini yang bersangkutan sudah dibebastugaskan guna mempermudah penyelidikan lebih lanjut,” ucap Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Hawa Cecep Kurniawan di Jakarta dikutip beritaokewla Kamis( 16/ 6).

Buat permasalahan KDRT ini, berikutnya dicoba pengecekan terpadu oleh Pejabat Pembina Kepegawaian di area Departemen Perhubungan, serta bila teruji benar hingga hendak diberikan sanksi internal cocok dengan ketentuan yang berlaku.

Cecep Kurniawan melaporkan kalau terpaut Disiplin Pegawai Negara Sipil sudah diatur lewat Peraturan Pemerintah No 94 Tahun 2021.

” Selaku PNS kita wajib tunduk pada ketentuan yang berlaku, sebab saat sebelum dilantik pastinya telah dicoba sumpah jabatan. Oleh sebab itu, wajib menaati kewajiban serta menjauhi larangan- larangan yang didetetapkan,” ucapnya.

Pelanggaran disiplin dapat berbentuk perkataan, tulisan, ataupun perbuatan PNS yang tidak menaati kewajiban serta ataupun melanggar larangan syarat Disiplin PNS, baik yang dicoba di dalam ataupun di luar jam kerja.

Lebih lanjut Cecep menegaskan kalau di masa teknologi yang terus menjadi mutahir, dalam hitungan detik apapun dapat tersebar jadi pemberitaan ataupun data.

” Sangat mudah sekali buat viral. Buat itu selaku PNS butuh menguasai akibat negatif yang ditimbulkan sehingga menyebabkan turunnya harkat, martabat, citra, keyakinan, nama baik tidak cuma individu hendak namun pula lembaga. Mudah- mudahan peristiwa ini tidak terulang lagi,” tegas Sesditjen Cecep.

Ada pula terpaut dengan permasalahan lain di luar KDRT ialah dugaan terdapatnya penistaan agama, kata Cecep, Departemen Perhubungan tidak dapat mencampuri, sebab jadi ranah individu yang bersangkutan.

Rekomendasi Link : 

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours