Viral Ulekan dan Cobek Batu Disebut Bisa Sebabkan Batu Ginjal, Ini Kata Dokter

4 min read

Viral Ulekan dan Cobek Batu Disebut Bisa Sebabkan Batu Ginjal, Ini Kata Dokter – Jakarta –  Viral di media sosial, sebuah konten terkait penggunaan ulekan batu disebut dapat memicu penyakit batu ginjal.

Video yang diunggah oleh akun TikTok @aarlaksana menyebut bahwa penggunaan ulekan dan cobek batu perlu dihentikan karena bisa menyebabkan batu ginjal.

“Stop! Jangan pernah pakai ulekan batu lagi kalau enggak mau kena batu ginjal. Kalau cobek kalian batu, ulekannya enggak boleh batu. Saat kalian gesek, ini akan menimbulkan bekas dan luka, bakal terkelupas dan berpasir,” kata pemilik akun dikutip Health Liputan6.com pada Rabu, 5 Juni 2024.

“Nah, pasir-pasir ini nanti masuk ke makanan kalian, masuk ke dalam tubuh kalian dan bisa menyebabkan batu ginjal. Jadi, kalau ulekannya batu, mesti ulekannya yang kayu, jangan salah lagi ya,” ujarnya dalam video yang sudah ditonton 12,3 juta kali.

Lantas, apa benar ulekan dan cobek batu dapat memicu batu ginjal?

Menurut dokter spesialis urologi, Agus Rizal Ardy Hariandy Hamid, penyakit batu ginjal tidak dipengaruhi oleh penggunaan peralatan masak seperti batu, besi, dan lain-lain.

“Kekhawatirannya adalah ada partikel-partikel yang lepas yang saat digunakan dan tercampur dengan makanan,” kata Agus kepada Health Liputan6.com melalui pesan teks pada Rabu, 5 Juni 2024.

“Usus tidak serta-merta menyerap partikel tersebut kemudian beredar ke pembuluh darah dan sampai di ginjal menjadi batu,” tambahnya.

Penyebab Batu Ginjal pada Pria dan Wanita

Alih-alih terbentuk karena penggunaan cobek dan ulekan batu, pada dasarnya penyebab batu ginjal pada pria dan wanita karena urine yang pekat.

“Penyebab utama terbentuknya batu adalah kurang minum yang menyebabkan urine menjadi sangat pekat konsentrasinya, makan-makanan tidak sehat seperti tinggi lemak dan asam urat,” kata Agus.

Mengingat penyebab batu ginjal pada pria dan wanita dapat dipicu oleh kurangnya konsumsi cairan, cara mencegahnya adalah dengan cukup minum air.

“Cara pencegahannya adalah minum yang cukup, 2 hingga 2,5 liter per hari dan makan makanan sehat yang diatur sehingga cukup gizi dan aman buat tubuh,” ujar Agus.

Netizen Cerdas! Beberkan Penyebab Batu Ginjal

Konten Tiktok viral itu mendapat puluhan ribu komentar dari warganet. Mayoritas komentar mempertanyakan kebenaran informasi tersebut dan cenderung menganggap informasi yang disampaikan keliru.

“Penyebab batu ginjal umumnya karena seseorang jarang minum air. Bukan itu saja, sering mengonsumsi makanan tinggi garam dan daging-dagingan juga termasuk penyebabnya,” kata pengguna Tiktok.

“Mungkin kalau ulekannya ketelen baru kena batu ginjal,” kata warganet lain.

“Mungkin cobeknya dicemilin sama masnya.”

“Kalau ulekan kayu bakal terkikis kayunya bisa menyebabkan kayu ginjal,” kata warganet.

“Sejak kapan batu ginjal muncul karena nelen batu.”

Faktor Risiko Batu Ginjal

Batu ginjal adalah suatu kondisi terjadinya kristalisasi di ginjal kemudian mengalami pemadatan, pembesaran hingga akhirnya terbawa aliran kencing dan menyumbat saluran kencing.

Menurut dokter spesialis bedah urologi dari RS EMC Sentul Bogor, Yacobus Prangbuwono, ada beberapa faktor risiko yang membuat seseorang mengalami batu ginjal.

Faktor risiko yang pertama adalah herediter atau faktor keturunan.

“Bila ada anggota keluarga yang memiliki batu ginjal itu lebih berisiko mengalami hal tersebut. Entah bapak, ibu, saudara, om atau kerabat,” kata Yacobus dalam temu media daring bertajuk Jangan Remehkan Batu Ginjal! Yuk Cegah dan Kenali Penanganannya bersama EMC pada Senin, 25 Maret 2024.

Cara Mencegah Batu Ginjal

Faktor kedua adalah riwayat penyakit tertentu. Seseorang dengan hipeparatiroid, gangguan metabolisme tubuh, serta pasien obesitas yang terbatas bergerak memiliki risiko lebih tinggi mengalami batu ginjal.

Faktor ketiga, konsumsi suplemen atau vitamin C yang berlebihan dari yang tubuh butuhkan juga bisa membuat kemunculan batu ginjal.

“Misalnya konsumsi suplemen tinggi kalsium atau vitamin C, sehingga ketika sudah cukup dalam tubuh tapi mendapat tambahan dari luar yang membuat kadarnya tinggi maka ketika difiltrasi ginjal itu memungkinkan terjadinya batu,” kata dokter lulusan Universitas Airlangga Surabaya ini.

Lalu, pasien yang mengalami riwayat kekurangan cairan yang kronis seperti dehidrasi atau diare kronis juga memiliki risiko alami batu ginjal.

“Ya, kurang asupan cairan atau minum yang kurang,” katanya.

Rekomendasi Link Alternatif : 

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours